TUTI DI DUNIA MAYA
Apakah kamu suka chatting dengan menggunakan fasilitas YM? Jika ya, berhati-hatilah. Secara banyak sekali TUTI a.k.a Tukang Tipu di YM. Apalagi, kalau kamu chat dengan orang-orang asing yang mengaku dari Amerika dan Eropa.
Sahabat saya, Linda (bukan nama sebenarnya) pernah nyaris ditipu oleh salah seorang teman chattingnya bernama Erik, yang mengaku berasal dari Inggris. Setelah sering chat dan hubungan mereka lumayan akrab, suatu hari Erik mengatakan ingin mengirimkan hadiah untuk Linda. Enggak tanggung-tanggung, hadiahnya berupa gaun, parfum, jam tangan merek terkenal, sepatu, logam mulia beberapa batang dan uang sebanyak 10.000 pound sterling.
Tentu saja Linda kaget dan setengah tak percaya. Hare gene gitu lho! Apa iya ada orang sebaik itu? Lagipula, antara dia dan Erik tidak ada hubungan khusus. Hanya teman biasa. Itupun dikenal lewat YM. Wajah Erik saja enggak tahu kayak apa. Kebetulan, mereka memang belum saling mengirimkan foto.
Namun keraguan Linda sedikit terpupus ketika Erik meminta nama lengkap dan alamat rumahnya agar ia bisa mengirimkan hadiah tersebut. Linda pun memberikan nama lengkap dan alamat kantornya (dia belum berani memberikan alamat rumahnya).
Tak lama setelah itu, Erik mengabari bahwa hadiah sudah dikirim dan akan tiba seminggu kemudian. Dia juga menyebutkan nama perusahaan jasa pengiriman barang yang digunakannya untuk mengirimkan hadiah tersebut. Linda yang masih belum percaya 100 persen akan keberuntungannya dikirimin hadiah sebanyak itu, segera mengecek ke perusahaan jasa pengiriman barang. Dia ingin mengetahui kebenarannya. Apakah Erik memang telah mengirimkan hadiah tersebut. Ternyata benar.
Namun 1 hari sebelum hadiah yang dijanjikan itu tiba, Linda mendapat telpon dari seseorang yang mengaku bernama David. David mengatakan bahwa ia adalah orang dari perusahaan jasa pengiriman barang yang mengurus pengiriman hadiah untuk Linda, tetapi hadiah tersebut tertahan di Malaysia. Tidak bisa dikirim ke Indonesia karena satu dan lain hal yang tidak jelas alasannya.
Kalau Linda ingin hadiah tersebut bisa segera sampai ke tangannya, maka Linda harus membayar 3600 RM (Ringgit Malaysia). Tentu saja Linda menolak. Masa sih dia harus bayar uang sebanyak itu? Linda menyuruh David menghubungi Erik karena yang mengirim barang itu adalah Erik. Jadi, seharusnya semua biaya ditanggung Erik. Tetapi…David malah menghubungi Linda berkali-kali. Mendesaknya untuk segera mentransfer uang tersebut agar barangnya bisa ditebus.
Linda pun curiga. Dia merasa David dan Erik bekerjasama untuk menipunya. Tapi, dia pura-pura tidak tahu. Kemudian dia menghubungi Erik di YM dan menceritakan semuanya. Anehnya, Erik malah menyuruh Linda untuk memenuhi permintaan David. Wah, wah…Linda semakin yakin kalau mereka adalah komplotan TUTI. Tapi dia tetap pura-pura tidak tahu. Ketika David menelponnya lagi, Linda bilang kalau dia tidak punya uang sebanyak 3600 RM. Davidpun mendesak agar ia membayar berapa saja sesuai kemampuannya. Semakin nyata kalau David memang TUTI.
Alhasil, Linda tidak pernah mengangkat lagi telpon dari David dan tidak pernah meladeni ajakan chat dari Erik. Linda yakin kalau mereka itu bermaksud menipunya. Menurut Linda, logat bicara Erik adalah logat Amerika tetapi mengaku dari Inggris.
Sekarang, kedua TUTI itu sudah tidak pernah menghubungi Linda lagi. Namun, pengalaman Linda ini hendaknya bisa menjadi pelajaran bagi teman-teman. Jangan pernah percaya sama orang-orang di dunia maya yang tiba-tiba mau mengirimi kalian hadiah atau uang. Pasti ada udang dibalik bakwan. Hare geneee…semua orang sedang susah payah mencari uang, masa ada orang yang sok baik hati memberikan hadiah, uang dan emas?
Komentar
Untuk di dunia maya memang perlu hati2.
Kalau nggak salah penipuan semacam itu modusnya memang beralih situs pertemanan semacam FB, YM dsb. Tapi modus yang "trasidional" juga masih ada, misalnya lewat sms, telepon dan email dengan berbagai "bumbu" cerita dari mulai dapat hadiah, kecelakaan lalu lintas. Hati2 juga kalau pasang iklan jual beli dengan menyertakan no hp. Pokonya modus penipuan semakin bervariasi jadi harus hati2. Postingan ini mengingatkan kita bersama
saya pernah memberikan alamat dan no telepon saya kepada teman chat saya.tapi bukan untuk mengirimkan barang. cuma siapa tau aja ke daerahnya, bisa mampir.
memang hrus hati-hati ya!
Stop
Dreaming Start Action
thanks infonya mbak :)
ada tho nyang kayak gitu?
wah, harus ati2 nih aku...
apalagi buat orang2 yang sering "online, online" (gaya saykoji)...
huhu
makasih infonya mbak...
:D
hahaha
pakai pengaturan komentar aja mbak, "anonim dilarang koment".
mantep dah...
Si pria Bule ngirim duit pula, yah... hampir samalah ceritanya....
Alhamdulillah, Allah memberikan pertolongan terhindar dari penipu tsb, jadi judulnya : *gara gara ngiler pengen dinikahi bule* :D
tpi teh linda syukur ga demen cheting ya, ada si om bos terus sih. hooo
waspadalah,Waspadalah!!
emang dalam berteman di dunia maya kita harus lebih ngerti dan waspada...banyak orang jahat bertebaran di mana2
tapi orang baik juga byak lhoh...
sori baru mampir lagi ke sini
maaf neh baru bisa OL, semalem Internet se kota mati total semua...heheheheheh
Untung teh lindanya sedikit hati-hati.
Sebuah sharing yang mengingatkan agar semua harus kudu hati-hati
Bahkan parahnya lagi teman sekantor suamiku itu malah pergi ke tempat dimana sang TUTI berada (sesuai dengan instruksi yg ada di email).
Setelah sang TUTI melihat bahwa teman suamiku ini ternyata bukan orang kaya, akhirnya dia terkatung-2 di negeri orang selama sekian lama.
Untung aja pihak KBRI "menyelamatkannya" dan dia kini telah ada di Indonesia lagi.. ^_^
keliatan TUTI nya nih ...
Waspadalah, waspadalah ... ;)
semuanya bisa jadi apa aja.
tukang kebon bisa jadi penasehat yang ulung