KETIKA MARAH DAN SEDIH BERBAUR
Membaca berita-berita di inet tentang pemboman di JW MARRIOTS dan Ritz Carlton membuat hati saya tertohok. Marah, geram, sedih dan iba berbaur di relung kalbu. Ingin rasanya berteriak dan menangis tetapi saya tak mampu. Rasanya sudah terlalu sering hati ini terluka mendengar dan membaca warta-warta pemboman yang terjadi di negara ini. Akh..saya tak pernah mengerti dan mungkin tak akan pernah mengerti dengan apa yang sesungguhnya terjadi di balik peristiwa pemboman ini. Saya hanya bisa marah tetapi tak tahu marah pada siapa. Saya hanya bisa menunduk sedih tetapi mengapa tak ada air mata? Mungkinkah air mata saya sudah tak bisa mengalir lagi karena air di dalam sumur kesedihan saya sudah terlalu sering ditimba dan dibuang sia-sia. Sementara berita-berita duka yang mengiris hati datang silih berganti, tanpa pernah merasa letih.
Mengapa harus terjadi lagi? Mengapa sistem keamanan di negara ini tak pernah bisa menjamin keselamatan warganya? Mengapa bisa lolos? Mengapa dan....sejuta Mengapa bergaung di benak saya? Tetapi...semua tanya itu berguguran tanpa pernah ada jawaban yang pasti.
Padahal, dunia pariwisata di negara ini sudah mulai bangkit. Turis-turis sudah mulai mengunjungi tempat-tempat wisata di bumi nusantara. Dan..itu artinya, menambah pendapatan negara serta memberikan job kepada pengusaha dan rakyat kecil.
Namun semuanya harus kembali terpuruk dengan adanya peristiwa BOM dududz. Bisa dibayangkan, akan sesepi apa Bali? Sesunyi apa Brastagi? Selenggang apa Lombok? Bila para turis asing tak berani lagi menginjakkan kakinya di negara ini.
Komentar
negeriku...
kau buat aku kembali mengeluarkan bulir bening di sudut mataku
semoga komennku masuk yah
sediiiih....
Semoga ini adalah yang terakhir....
Kemarahan dan kesedihan terlontar bersamaan dengan kecaman dan kutukan kepada para pelaku pengeboman.
Kapan "mimpi buruk" ini akan berakhir ?
Ketika tanya tak jua terjawab
Mari kita saling berpegang tangan..merapatkan barisan..bentuk satu kesatuan..
Bersama kita berdoa..dan berharap
Peristiwa ini tak akan terulang
HAHAHAHA
baca dulu ahhh...
Peristiwa yang kembali lagi akan berdampak buruk bagi sektor pariwisata Indonesia yang ujung2nya merambat ke sektor ekonomi. Hufh...
baru mau bangkit, terpleset kembali.
padahal tadi pertama. kok jadi nomer 21???waduh...malu banget nih jadinya.
gara2 moderasi nih..huhuhuhu
:D
Nyawa manusia yang tak berdosa haruskan menjadi tumbal?
Cukuplah tragedi jadi cermin,.... semoga kita semua dapat introspeksi.
MAU APA SIH MEREKA !!!!!
ikut2tan geram deh mba ...