KEBANGGAAN YANG FANA
Banyak cara untuk bisa terkenal. Seseorang bisa terkenal melalui apa yang ia lakukan, bisa juga melalui apa yang ia punya.
Redmond adalah seorang perempuan yang berasal dari Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat. Namanya tercatat di dalam Guinness Book of World Records karena memiliki kuku terpanjang di dunia.
Menurut Guinness Book of World Records, total panjang kuku Redmond hampir mencapai 9 meter. Panjang kuku jempol kanannya saja lebih dari 60 sentimeter. Tentu saja, Redmond bangga akan prestasi tersebut.
Namun dalam satu peristiwa, kebanggan itu sirna seketika. Redmond mengalami kecelakaan lalu lintas yang membuatnya kehilangan kuku kebanggaannya. Sherif Salt Lake, Don Hutson mengatakan Redmond harus merelakan semua kukunya setelah dia terlempar dari mobil karena sebuah kecelakaan.
Sungguh memprihatinkan, tetapi sekaligus mengingatkan kita akan kefanaan dari segala sesuatu yang dimiliki manusia.
Komentar
hehehe
pertama kalinya nih... :D
bangganya...
baca dulu ahhh...
"cintailah sesuatu sekedarnya saja, karna barangkali esok kamu akan membencinya.
Dan bencilah sesuatu sekedarnya saja, karna barangkali esok kamu akan berubah mencintainya"
Oiya mba'yu. Kmrn pas koneksi inet aye udah balik lagi, aye pengen pasang award dari mba'yu tapi kok gambar awardnya ga nongol lagi ya di blog mba'yu. Sori ya telat nyari ngerjain PR-nya. hiks
kok ya si remond sempet ya miara kuku ampe sgitu panjang
gimana ngerawatnya yahh...
pa gak nyuci dia ya
trus pa gak kedapur ya
trus kalo mo megang sesuatu apa gak susah ckckckcck
*geleng-geleng*
heuheuheueu
Salam Sayang
serem ihhhh ...
Tak ada yang abadi di dunia ini, untuk apa membanggakan diri secara berlebihan...
Terima kasih untuk siraman rohaninya tante...
Thanks 4 sharingnya.
yah semua yg kita miliki hanya sebuah titipan dr tuhan, kalaupun tuhan mengambilnya kita hrs ikhlas. tp klo pcr d ambil orang, y itu yg susah :D
gimana ya ngerawat kuku kayak bgitu?? *ngayal mode on*
dan selayaknya membekal asa,
akan rahmah saat menuju baka...
Aku setuju dengan tulisan mbak Fanny, emang kebanggaan itu semu belaka ya ?