DITOLAK TAK BERARTI JELEK
Membaca komentar teman-teman di blog ini, saya berkesimpulan : Ternyata banyak anak muda yang punya hobi menulis, terutama cerpen dan puisi. Dan….ketika saya mampir ke blog teman-teman, saya menemukan banyak bakat terpendam.
Ada bakat menulis resensi buku. Tak diragukan lagi, orangnya adalah : Fanda,Linda Belle, Tika.
Terbukti Linda Belle dan Tika pernah menang di kontes review buku.
Ada bakat menulis cerita gokil ala novelnya Raditya. Mereka adalah : Jonk, Ayas Tasli Wiguna, Zujoe, Partelon, Ijo Punk Ju Tee
Buat para penulis gokil yang saya sebutkan diatas, asah terus ya kemampuan kalian. Siapa tahu someday bisa nyaingin Raditya. Who knows?
Ada bakat menulis puisi seperti : Buwel, Jeng Sri, Lintang, Nietha, Kabasaran’s corner
Pesan buat Buwel : Jangan minder dengan tulisan di blogmu. Teruslah menulis. Lambat laun tulisanmu akan semakin bagus. Puisi terakhirmu berjudul : TEMAN ABADI itu sudah bagus lho. Jadi, jangan pernah merasa tulisanmu jelek, wagu or culun ya.
Ada bakat menulis cerpen. Siapa lagi kalo bukan : Mocca Chi, Anazkia, Gratcia.
Khusus untuk Mocca Chi, tinggal dikembangkan sedikit pasti suatu saat karyamu bisa terbit di majalah. Hanya….temanya aja yang mesti dirubah. Sekarang ini lagi musim novel-novel metropop, chicklit dan teenlit. Jadi….tema dongeng yang jadi andalanmu bisa diarahkan ke sana. Kenapa gak buat novel or cerpen dengan tema dongeng tapi berbau ‘teenlit or chicklit’?
Sedangkan Anazkia, lebih mengarah ke karya sastra modern. Tulisannya cenderung bersifat realistis a.k.a mengambil kejadian nyata. Kalau sering berlatih dan pantang menyerah, tidak menutup kemungkinan cerpenmu dimuat di Femina, Kartini dan Kompas. Tapi..perhatikan juga syarat-syaratnya ya. Biasanya, Femina dan Kartini menerima cerpen sepanjang 5 – 7 halaman folio.
Nah, buat teman-teman yang punya bakat nulis, saya mau beberkan satu rahasia kecil nih. Rahasia ini saya peroleh dari seorang Chief Editor sebuah majalah yang saya kenal. Pak Editor ini pernah bilang begini :
‘Cerpen yang ditolak bukan berarti cerpen yang jelek. Bisa saja pada waktu sang Editor membaca cerpen itu, dia sedang bad mood atau letih. So…baru baca sekilas dia sudah malas nerusin. Apalagi kalau kalimat pembukanya saja sudah membosankan. “
Dari ucapannya ini saya berkesimpulan :
1. BUATLAH KALIMAT PEMBUKAAN YANG MENARIK dalam tulisanmu sehingga Editor yang
membacanya akan terus membaca karyamu sampai habis.
Sedapat mungkin, bikin tulisan yang bisa membuat orang penasaran
akan endingnya.
2. BUAT JUDUL TULISAN YANG EYE CATCHING. Jadi, biarpun si editor sedang
ngantuk or bete, dia akan tertarik untuk membaca tulisanmu.
Ketika kita mampir ke blog orang, pasti kita juga akan memilih untuk membaca
tulisan yang judulnya menarik ‘kan? Apalagi, kalo blog orang tersebut terlalu
banyak postingan sampai kita bingung mau baca yang mana.
Contohnya blog saya ini yang tulisannya udah mencapai 307 postingan.
Alamaakkk…baru nyadar nih! Gue hiper banget yaaa...
Di lain waktu, pak Editor ini pernah ngomong seperti ini :
“Banyak penulis novel yang tulisannya biasa aja, tapi karena dia sudah terkenal, sang editor tutup mata. Tulisannya diedit sana sini dan tetap diterbitkan. ”
Kesimpulan dari saya : TIDAK SEMUA PENULIS TERKENAL TULISANNYA BAGUS DAN LAYAK TERBIT. Tapi karena sudah punya nama, ya….orang akan berpikir tulisannya memang bagus. Walaupun sebenarnya bisa dilihat dari hasil penjualan bukunya. Apakah laris manis atau cukup dicetak sekali saja?
So..bagi kamu-kamu yang pernah ditolak karyanya oleh media cetak, jangan pernah menyerah. Terus menulis dan menulis. Jangan lupa rajin membaca karya orang lain. Gali terus kemampuanmu karena DITOLAK TAK BERARTI JELEK. Mungkin kamu kurang beruntung saja. Faktor luck juga berperan lho di bidang tulis menulis.
Ada bakat menulis resensi buku. Tak diragukan lagi, orangnya adalah : Fanda,Linda Belle, Tika.
Terbukti Linda Belle dan Tika pernah menang di kontes review buku.
Ada bakat menulis cerita gokil ala novelnya Raditya. Mereka adalah : Jonk, Ayas Tasli Wiguna, Zujoe, Partelon, Ijo Punk Ju Tee
Buat para penulis gokil yang saya sebutkan diatas, asah terus ya kemampuan kalian. Siapa tahu someday bisa nyaingin Raditya. Who knows?
Ada bakat menulis puisi seperti : Buwel, Jeng Sri, Lintang, Nietha, Kabasaran’s corner
Pesan buat Buwel : Jangan minder dengan tulisan di blogmu. Teruslah menulis. Lambat laun tulisanmu akan semakin bagus. Puisi terakhirmu berjudul : TEMAN ABADI itu sudah bagus lho. Jadi, jangan pernah merasa tulisanmu jelek, wagu or culun ya.
Ada bakat menulis cerpen. Siapa lagi kalo bukan : Mocca Chi, Anazkia, Gratcia.
Khusus untuk Mocca Chi, tinggal dikembangkan sedikit pasti suatu saat karyamu bisa terbit di majalah. Hanya….temanya aja yang mesti dirubah. Sekarang ini lagi musim novel-novel metropop, chicklit dan teenlit. Jadi….tema dongeng yang jadi andalanmu bisa diarahkan ke sana. Kenapa gak buat novel or cerpen dengan tema dongeng tapi berbau ‘teenlit or chicklit’?
Sedangkan Anazkia, lebih mengarah ke karya sastra modern. Tulisannya cenderung bersifat realistis a.k.a mengambil kejadian nyata. Kalau sering berlatih dan pantang menyerah, tidak menutup kemungkinan cerpenmu dimuat di Femina, Kartini dan Kompas. Tapi..perhatikan juga syarat-syaratnya ya. Biasanya, Femina dan Kartini menerima cerpen sepanjang 5 – 7 halaman folio.
Nah, buat teman-teman yang punya bakat nulis, saya mau beberkan satu rahasia kecil nih. Rahasia ini saya peroleh dari seorang Chief Editor sebuah majalah yang saya kenal. Pak Editor ini pernah bilang begini :
‘Cerpen yang ditolak bukan berarti cerpen yang jelek. Bisa saja pada waktu sang Editor membaca cerpen itu, dia sedang bad mood atau letih. So…baru baca sekilas dia sudah malas nerusin. Apalagi kalau kalimat pembukanya saja sudah membosankan. “
Dari ucapannya ini saya berkesimpulan :
1. BUATLAH KALIMAT PEMBUKAAN YANG MENARIK dalam tulisanmu sehingga Editor yang
membacanya akan terus membaca karyamu sampai habis.
Sedapat mungkin, bikin tulisan yang bisa membuat orang penasaran
akan endingnya.
2. BUAT JUDUL TULISAN YANG EYE CATCHING. Jadi, biarpun si editor sedang
ngantuk or bete, dia akan tertarik untuk membaca tulisanmu.
Ketika kita mampir ke blog orang, pasti kita juga akan memilih untuk membaca
tulisan yang judulnya menarik ‘kan? Apalagi, kalo blog orang tersebut terlalu
banyak postingan sampai kita bingung mau baca yang mana.
Contohnya blog saya ini yang tulisannya udah mencapai 307 postingan.
Alamaakkk…baru nyadar nih! Gue hiper banget yaaa...
Di lain waktu, pak Editor ini pernah ngomong seperti ini :
“Banyak penulis novel yang tulisannya biasa aja, tapi karena dia sudah terkenal, sang editor tutup mata. Tulisannya diedit sana sini dan tetap diterbitkan. ”
Kesimpulan dari saya : TIDAK SEMUA PENULIS TERKENAL TULISANNYA BAGUS DAN LAYAK TERBIT. Tapi karena sudah punya nama, ya….orang akan berpikir tulisannya memang bagus. Walaupun sebenarnya bisa dilihat dari hasil penjualan bukunya. Apakah laris manis atau cukup dicetak sekali saja?
So..bagi kamu-kamu yang pernah ditolak karyanya oleh media cetak, jangan pernah menyerah. Terus menulis dan menulis. Jangan lupa rajin membaca karya orang lain. Gali terus kemampuanmu karena DITOLAK TAK BERARTI JELEK. Mungkin kamu kurang beruntung saja. Faktor luck juga berperan lho di bidang tulis menulis.
Komentar
sipp
dan dan dan... eh eh... gaya bahasa juga mempengaruhi,
makasih mbak uda bagi2 tips.
emang ga bisa nulis sih. jadi tersanjung ada nama dipostingan ini. Thanks sharing infromasinya mbak.
coba mbak berkunjungke blog sahabat saya www.mejikuhibiniu.com :)
met kenal mbak
contohnya diriku ini... seumur-umur cuma sekali buat cerpen dan sekali juga ngirim ke majalah dan buktinya cuma sekali juga di tolak...
selanjutnya???
aku nggak pernah nulis cerpen lagi hpohohohoho...
btw.. aku ga masuk kategori ni mbak??
aku kan bakat nulis tentang objek wisata.. mana tau ada yg ngelirik.. utk bikin buku wisata riau... tul ga?? nah.. tu kan.. ada aja ide yg kluar... yg penting nulis... ntar aku yg bikin penerbitnya deh... wakaka...
hmm... tak bayangkan dulu yaa...
btw si nchi ntu bukan cuma pinter bikin cerpen tehh... jitakin kucing juga dia paling doyan...
sapa tau aku dapet predikat sang cerpenis junior dimasa mendatang..hehee...
Wah, ntr mau d coba dah...
tapi sampai saat ini juga lom bisa jadi penulis hihihi...
coalnya aq udah ngalamin mbak... tp kadang kalau semangat datang lagi, semangat lagi untuk nulis dan mencoba lagi untuk mengirimkan lagi, dan kalau ditolak lagi.... pemikiran seperti diatas akan terjadi lagi....
that's why I prefer review buku or film, krn itu semua udh aku baca n ditonton jadi chemistrynya bisa tergambar dgn jelas...begitchu
but aku mau coba deh buat cerpen ya...hhmmm...pasti aneh deh hahahah
Setuju banget ..Ditolak bukan berarti jelek dan yang nolak bukan berarti cakep ..begitu khan ?.
Ada lagi nih ..tentu saja yang bikin nih riview sudah pasti cakep.
he-he-he.
salut sama kawan yang satu ini. Kagak ada matinye.
wkaakaa
aku ngefans banget ama kamu mbak, sukses selalu ya
beneran dech,mulai dari awal kasih tips triknya ya m,ba fanny,
aku pengen bangetttttttt,,mau ya ajarin ,ya ya ya !!
Setuju.. Ternyata agar dapat dimuat itu susah-susah gampang ya?
emang dari dulu saya nyoba ngejar2 itu heuheuheu,, tapi gak tau berhasil gak tau enggak ...
ehem..*manggut-manggut*
thanks atas tipsnya mbak fanny, henny jadi ikutan nyontek deh.hihihi
Ternyata blog emang oke.., bisa menyalurkan bakat terpendam banyak orang hehehe...
Kalau aku ngga bakalan mudeeeeng hehehe...aku ngertinya taperecorder
mereka yang berani ngirim karnyanya ke media massa itu buat aku udah hebat. punya keberanian...
daripada nggak sama sekali (aku misalnya) heheheh