CERPEN DI RADIO CEMPAKA ASRI FM
Hari ini saya sangat terkejut ketika membaca komentar-komentar di postingan saya. Ada 3 komentar yang menarik perhatian saya yaitu :
IVAN KAVALERA :
Salam kenal ya buat Ivan yg namanya sama dg namaku. Award dariku adalah persetujuan produser program sastra di radio tempatku bekerja: beberapa cerpen mbak akan dibacakan dalam program EKSPRESI RCA 102, 5 FM jam 11 siang WITA minggu depan.
JIMMY SHARE :
Salam sukses. Saya Jimmy Share, produser 2 program acara Sastra di RCA 102, 5 FM (EKSPRESI dan SEMBILU) meminta izin pemilik blog agar beberapa cerpennya dibacakan oleh pemandu acara sastra di radio kami. Hak seleksi cerpen yg akan dibacakan, ada pada kami. Wassalam. Salam Budaya.
RADIO CEMPAKA ASRI :
Bidadari Terbang Tinggi dan Mendung Senja Hari. Sebagai awal, BTT yg akan dibaca minggu depan. Lalu MSH, nyusul minggu depannyalagi. menurut kami kedua cerpen ini yg paling mendekati style penulisan cerpen radio. Sebab tidak semua cerpen yg ditulis khusus untuk dihadapkan pada mata pembaca berupa teks cocok dibaca di radio (dibacakan untuk menggamit imajinasi pendengar radio via audio mereka yg bernama telinga . Lumayan memerlukan kerja keras utk mewujudkan kolaborasi sastra cetak dan elektronik agar bisa disajikan secara utuh.
Wah, wah...gak sangka cerpen saya bisa terpilih untuk dibacakan di radio.
Tentu saja, saya memberi ijin kepada Radio Cempaka Asri untuk membacakan cerpen saya, asal...jangan lupa menyebutkan nama penulisnya plus link blog ini. Mengapa saya menyetujui permintaan mereka? Ada historinya nih. Mau tahu?
Ketika kelas 4 SD saya suka mendengarkan siaran pembacaan cerpen anak di sebuah radio swasta (nama radionya lupa). Saya sangat tertarik dengan cerpen-cerpen anak yang dibawakan sang penyiar. Suara mereka yang merdu dan ekpresif membuat saya ikut larut dalam kisah yang dibacakan.
Nah,suatu hari sang penyiar meminta para pendengar untuk mengirimkan cerpen ke radio mereka. Boleh karya sendiri, boleh juga karya orang lain asalkan disebut sumbernya.
Saya pun iseng mengirimkan sebuah cerpen anak dari sebuah majalah.
Tak lama, cerpen tersebut dibacakan oleh kakak penyiar dan dia bilang, saya pintar memilih cerpen. Cerpen itu sangat menyentuh hatinya. Memang cerpen yang saya ambil adalah cerpen yang sad ending. Saya aja sampai menangis ketika membaca cerpen itu.
Kalau tidak salah, cerpen itu berkisah tentang seorang gadis kecil yang terkena penyakit kanker otak.
Pujian sang kakak penyiar itu membuat saya berpikir, kenapa tidak menulis cerpen sendiri. Sejak saat itu saya mulai suka nulis cerpen tapi masih berupa coretan iseng. Bahkan, entah mengapa saya malah lebih suka nulis puisi dan mengirimkannya ke majalah Bobo.
Puisi pertama saya memang dimuat di majalah BOBO. Judulnya DONOR MATA. Sayang sekali, majalah itu hilang entah kemana. Selanjutnya, saya mulai mengirimkan puisi saya ke berbagai media cetak dan...dimuat.
Menginjak bangku SMP, saya mulai menulis cerpen karena suka membaca cerpen di majalah Gadis, Anita Cemerlang, Femina dan Kartini (yang terakhir ini majalah kesayangan mama). Lalu, saya kirimkan cerpen saya ke Harian Indonesia Minggu. Eh, dimuat. Wah, saya senang sekali.
Sejak itu, saya semakin giat menulis. Karya-karya saya pun makin sering dimuat di media cetak. So...ketika ada permintaan membacakan cerpen saya di radio, saya langsung setuju karena mengingatkan saya akan awal kisah saya menjadi cerpenis.
Apalagi, Radio Cempaka Asri meminta ijin lebih dulu.
Sayang beribu sayang, saya tidak bisa mendengarkan sang penyiar membacakannya. Seandainya...bisa didengar via blog Radio Cempaka Asri.....Akh...seandainya...bisa didownload....
Komentar
selamat-selamat :)
mba, ke radio cempaka nya, suruh masang program streaming radio, biar nanti bisa di dengerin via Winamp, kan seru tuh mba , soalnya saya juga pingin denger :))
hihihihihihi ...
Aku fanny-nya fauzan..wahh,mba hebat bgt bisa dimuat dimajalah gt cerprnnya.
Aku jg suka nulis puisi,pengen bgd sii,bisa dikirim ke majalah ato koran gt kya mba..
Tapi yang enak untuk pemula majalah apa yah mba?bagi2 cerita ya mba..hhehhe.
fanny
selamat ya mbak.. :D
Duh...senengnya......
. terkenal krna bwt cerpen...
. keren2 Xp
salut buat mbak fanny
iya tu mbak, setuju ama saran JONK, pengen ikut dengerin juga neh
*suara tepuk tangan*
selamat ya mbak!
wah, makan2 nih!
huehehehe...
Selamet ya mbak.
Mbak fanny emang keren.
@pipit : makan2? nanti kalo dpt fee he hehe.kalo gak dapat, makan2 di rumah masing2 ya. ha ha ha...
@all : tks semuanya.
keren loh,,
teruskan membuat cerpennya ya,,
siapa tau lain waktu cerpennya bisa dibacakan di radio-radio terkenal diseluruh kota.
bagus2 sih....
sukses terus ya mbak..
:D