TETAP 10
Suatu hari Andi mendapatkan pertanyaan dari pak guru matematika.
“Andi, kalau kamu punya 10 permen. Lalu kamu bagikan ke Budi 2 butir dan ke Heru 4 butir, berapa sisa permen kamu?”
“Akh, gampang itu, pak! Permen saya tetap aja 10 butir.” Jawab Andi kalem.
“Bagaimana mungkin? Kamu sudah membaginya untuk Budi dan Heru. Masa tetap 10 butir?” tanya pak guru, heran.
“Ya iyalah! Soalnya, Budi dan Heru pelit. Gak pernah bagi apa-apa ke saya. Ngapain juga saya bagi permen ke mereka.”
“Andi, kalau kamu punya 10 permen. Lalu kamu bagikan ke Budi 2 butir dan ke Heru 4 butir, berapa sisa permen kamu?”
“Akh, gampang itu, pak! Permen saya tetap aja 10 butir.” Jawab Andi kalem.
“Bagaimana mungkin? Kamu sudah membaginya untuk Budi dan Heru. Masa tetap 10 butir?” tanya pak guru, heran.
“Ya iyalah! Soalnya, Budi dan Heru pelit. Gak pernah bagi apa-apa ke saya. Ngapain juga saya bagi permen ke mereka.”
Komentar
anak jaman sekarang.
andi..kamu anak sapa sich??
kamu pintar sekali
heheheheh :D
orang pelit nggak usah diberi apa-apa
setuju!!!!!!!!!
'Teruskanlah nak'
pinter juga tu akal-akalan sang murid!!!!
SAMPAI SAAT INI KEBAHAGUAAN ITU TAK PERNAH KUNJUNG TUK DI TEMUKAN KEMBALI....
pelit yah??
jadi gak dibagi gitu???
hihihihi
pelit+pelit : .......kualat....