MENGAPA SAYA NGE-REPIU?
Beberapa waktu lalu, para pengunjung setia blog ini pasti terheran-heran karena melihat kegetolan sang Cerpenis nge-rap...eh, ngerepiu blog orang. Kenapa? Ada apa? Tujuannya apa? Motifnya apa? *duuh, kayak kejahatan aja ditanya motifnya*
Dan sejuta tanda tanya tak kasat mata melayang-layang jatuh dari benak mereka. TUING!
TUING! TUING! Sang cerpenis pun segera memunguti tanda tanya itu satu per satu dan
mengantonginya dalam kantong kresek biru.
Tanda tanya itu lalu dicuci bersih pakai air yang mengalir dari kran agar si kuman
lari tunggang langgang. Setelah dicuci bersih, tanda tanya itu dipotong-potong dadu
dan dicemplungkan ke dalam panci yang berisi air yang sedang mendidih. Plup! Plup!
Setelah itu sang cerpenis menaruh garam secukupnya, merica 1/2 sendok, vetsin secukupnya, gula pasir setengah sendok, asam secukupnya. Lalu mengaduk-aduk para tanda tanya itu dengan menggunakan centong yang dipinjami Oom Sugeng.
Beberapa jeda berlalu. Isi panci mulai menggelegak semakin hebat. Aroma yang menggiurkan menari-nari memenuhi dapur Sang cerpenis. Segera saja, sang cerpenis mengambil mangkok sebesar gajah hamil keselek menara petronas (minjem istilahnya Kang Telon)
Para tanda tanya itu pun dituangkan ke dalam mangkok dan dibagikan...kepada para pengunjung blog ini. So...want to know gimana rasanya masakan buatan sang cerpenis?
Hasil masakan sang cerpenis itu tak lain adalah jawaban atas pertanyaan para pengunjung yang rasanya sebagai berikut :
Asin yang pas di lidah :
Di saat saya merasa 'hambar' dengan rutinitas kerja sehari-hari, rasa asin yang
saya dapatkan ketika membaca komentar para pengunjung blog saya, telah menghilangkan rasa hambar itu.
Manis yang tak menyengat kerongkongan :
Beberapa komentar berisi dukungan dan semangat agar saya terus menulis. Even, ada yang terus menyoraki saya buat nulis novel. Bikin saya jadi terharu deh!
Asam yang menyegarkan :
Tak sedikit pula komentar yang pedas, mengkritik, mencela postingan saya yang - mungkin - telah menyinggung perasaan seseorang. Walaupun ini jarang sekali. Tapi...
semuanya saya terima karena...SAYA HANYALAH MANUSIA BIASA YANG TAK SEMPURNA ADANYA.
Komentar-komentar seperti ini memang bagai rasa asam yang menyegarkan di antara rasa asin dan manis. Mengingatkan saya untuk lebih hati-hati dalam menulis sesuatu.
So...dengan semua rasa yang saya dapatkan dari mereka, saya pun berpikir gimana ya cara membalas kebaikan, perhatian dan kasih sayang mereka? Mau ngasih award, kayaknya kok, biasa aja. Mau bikin award sendiri, lha...saya ini gaptek kok!
Alhasil, saya coba ngerepiu blog mereka. Itulah salah satu cara saya membalas
atensi para pengunjung blog ini. Nah, sudah jelas kan semuanya?
Dan sejuta tanda tanya tak kasat mata melayang-layang jatuh dari benak mereka. TUING!
TUING! TUING! Sang cerpenis pun segera memunguti tanda tanya itu satu per satu dan
mengantonginya dalam kantong kresek biru.
Tanda tanya itu lalu dicuci bersih pakai air yang mengalir dari kran agar si kuman
lari tunggang langgang. Setelah dicuci bersih, tanda tanya itu dipotong-potong dadu
dan dicemplungkan ke dalam panci yang berisi air yang sedang mendidih. Plup! Plup!
Setelah itu sang cerpenis menaruh garam secukupnya, merica 1/2 sendok, vetsin secukupnya, gula pasir setengah sendok, asam secukupnya. Lalu mengaduk-aduk para tanda tanya itu dengan menggunakan centong yang dipinjami Oom Sugeng.
Beberapa jeda berlalu. Isi panci mulai menggelegak semakin hebat. Aroma yang menggiurkan menari-nari memenuhi dapur Sang cerpenis. Segera saja, sang cerpenis mengambil mangkok sebesar gajah hamil keselek menara petronas (minjem istilahnya Kang Telon)
Para tanda tanya itu pun dituangkan ke dalam mangkok dan dibagikan...kepada para pengunjung blog ini. So...want to know gimana rasanya masakan buatan sang cerpenis?
Hasil masakan sang cerpenis itu tak lain adalah jawaban atas pertanyaan para pengunjung yang rasanya sebagai berikut :
Asin yang pas di lidah :
Di saat saya merasa 'hambar' dengan rutinitas kerja sehari-hari, rasa asin yang
saya dapatkan ketika membaca komentar para pengunjung blog saya, telah menghilangkan rasa hambar itu.
Manis yang tak menyengat kerongkongan :
Beberapa komentar berisi dukungan dan semangat agar saya terus menulis. Even, ada yang terus menyoraki saya buat nulis novel. Bikin saya jadi terharu deh!
Asam yang menyegarkan :
Tak sedikit pula komentar yang pedas, mengkritik, mencela postingan saya yang - mungkin - telah menyinggung perasaan seseorang. Walaupun ini jarang sekali. Tapi...
semuanya saya terima karena...SAYA HANYALAH MANUSIA BIASA YANG TAK SEMPURNA ADANYA.
Komentar-komentar seperti ini memang bagai rasa asam yang menyegarkan di antara rasa asin dan manis. Mengingatkan saya untuk lebih hati-hati dalam menulis sesuatu.
So...dengan semua rasa yang saya dapatkan dari mereka, saya pun berpikir gimana ya cara membalas kebaikan, perhatian dan kasih sayang mereka? Mau ngasih award, kayaknya kok, biasa aja. Mau bikin award sendiri, lha...saya ini gaptek kok!
Alhasil, saya coba ngerepiu blog mereka. Itulah salah satu cara saya membalas
atensi para pengunjung blog ini. Nah, sudah jelas kan semuanya?
Komentar
itu sala satu cara memanjakan sobat blog pasti mereka seneng bila dalam postingan tercantum namanya
tenang aja...
sudah jelas buuu.....
hiks...susah bgt mo jadi petromaxx di sini...
btw, aku salut sama teh fanny soale ya ntu tadi...postingannya banyak banget...
kayaknya setiap abis makan pasti posting deh...
hiks...*ngarep lagi*
pletakk...!!! aduuuhhh...kucingku ini jitak aku lagi deh...
cip dulu ni masakan takutx kemanisan (kan comentx bnyk yg manis" pasti ni sayur tmbh manis dah!)..
Wah ungkapan terimakasih yg sungguh brmakna euy...
mwehehehe...jadi maluu...becanda aja teh...kucingku tuh yang tadi komeng...dah kujitak barusan...
Mbak fanny kan orangnya baeeeek...
iya kan temen2....
eh..eh, bu GUlu....kenapa gajah bisa hamil..??
:D
tapi maaf mbak saya selalu kesulitan kalo mo komen coz mbak pake google crom banyak yang make seperti ini menyebabkan saya harus menunggu untuk komen.
trus kadang load nya lama mbak, jadi tambah lama deh. hehehhe apa jaringan saya yg lemot ya....
boleh nih di intip resep masakannya, biar aku jg se'gape' kamu dlm meracik 'hidangan' dan menyuguhkannya pd tamu2 yg berkunjung ke rumahku... :)
Eh,,.... di perumnas itu banyak blok, blog AA,s/d AZ.... termasuk gak?
kapan direwiev ya? hehehe ngarep
lengkap sudah,,ada asin ,ada mansi ,ada asem,ada ada ajah,,kayak nano nano jadinya,,hehhheheh
Aku suka bgt bacain postinganny mbak fanny tiap hari,, sekalian belajar jg dr mbak fanny,,jd smbil menyelam minum cendol gt (minjem istilah jonk),, gpp kn mbak?!
jawaban yg tulus neh *ngarep di review jugah*
banyak masukan juga banyak temen jadinya ^^
Ingat, direpiu tidak hanya karena niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan.
Waspadalah, waspadalah!!!
ayo nulis novel :D
hueh mbak fanny dg merepiuw blog orang lain itu udah lebih dari cukup kok mbak....
begitu toh...
makasih ya fan...dirimu dah repiu kita-kita temenmu yang baik hati ini...
hehehe