BILAS BERSIH IRI HATI
Iri hati. Makanan apa sih iri hati itu? Apakah sejenis siomay Bandung? Ketoprak? Pecel Lele? Soto Madura? Lho…lho…kok jadi ngomongin makanan. Piye toh, Fanny?
Oke..oke…back to the topic!
Iri hati adalah perasaan marah, dendam, benci, kesal yang muncul karena melihat kualitas, harta atau jabatan yang dimiliki orang lain, dimana dia berhasrat untuk memiliki kepunyaan orang lain tersebut bagi dirinya sendiri. Kamus Besar bahasa Indonesia mengartikan iri hati sebagai perasaan kurang senang melihat kelebihan orang lain.
Iri hati tidak kenal waktu, tidak kenal pribadi. Dia bisa muncul dalam diri setiap orang. Bahkan, orang yang paling sukses pun bisa iri hati.
Ada satu cerita tentang seseorang pengkhotbah dan pengajar kaliber internasional F.B. Meyer. Pada suatu ketika, Meyer mengadakan pertemuan di Northfield, Massachusetts. Banyak orang datang untuk mendengarkan pesan-pesannya yang heboh. Pada saat itu, seorang pengkhotbah terkenal G. Campbell Morgan juga datang ke tempat yang sama. Segera saja, orang banyak berkumpul untuk mendengarkan khotbah Morgan. Ternyata, lebih banyak orang yang tertarik kepada Morgan ketimbang kepada Meyer.
Meyer menjadi iri hati tetapi…apa yang dilakukan Meyer? Apakah dia membiarkan rasa irinya berlanjut? Tidak! Meyer malah berusaha membilas bersih iri hatinya. Dia berkata :
“Satu-satunya jalan untuk menaklukkan perasaanku adalah berdoa untuk Morgan setiap hari.”
Wow!! Tindakan yang tepat sekali. Meyer malah mendoakan saingannya.
Hmm…iri hati memang bisa merusak diri sendiri. Itulah sebabnya, iri hati harus dibilas bersih. Untuk membilasnya, kita harus memulai dengan bersyukur atas kelebihan-kelebihan yang dimiliki orang lain dan bukannya menginginkan kelebihan-kelebihan itu buat diri kita sendiri. Setuju??
Oke..oke…back to the topic!
Iri hati adalah perasaan marah, dendam, benci, kesal yang muncul karena melihat kualitas, harta atau jabatan yang dimiliki orang lain, dimana dia berhasrat untuk memiliki kepunyaan orang lain tersebut bagi dirinya sendiri. Kamus Besar bahasa Indonesia mengartikan iri hati sebagai perasaan kurang senang melihat kelebihan orang lain.
Iri hati tidak kenal waktu, tidak kenal pribadi. Dia bisa muncul dalam diri setiap orang. Bahkan, orang yang paling sukses pun bisa iri hati.
Ada satu cerita tentang seseorang pengkhotbah dan pengajar kaliber internasional F.B. Meyer. Pada suatu ketika, Meyer mengadakan pertemuan di Northfield, Massachusetts. Banyak orang datang untuk mendengarkan pesan-pesannya yang heboh. Pada saat itu, seorang pengkhotbah terkenal G. Campbell Morgan juga datang ke tempat yang sama. Segera saja, orang banyak berkumpul untuk mendengarkan khotbah Morgan. Ternyata, lebih banyak orang yang tertarik kepada Morgan ketimbang kepada Meyer.
Meyer menjadi iri hati tetapi…apa yang dilakukan Meyer? Apakah dia membiarkan rasa irinya berlanjut? Tidak! Meyer malah berusaha membilas bersih iri hatinya. Dia berkata :
“Satu-satunya jalan untuk menaklukkan perasaanku adalah berdoa untuk Morgan setiap hari.”
Wow!! Tindakan yang tepat sekali. Meyer malah mendoakan saingannya.
Hmm…iri hati memang bisa merusak diri sendiri. Itulah sebabnya, iri hati harus dibilas bersih. Untuk membilasnya, kita harus memulai dengan bersyukur atas kelebihan-kelebihan yang dimiliki orang lain dan bukannya menginginkan kelebihan-kelebihan itu buat diri kita sendiri. Setuju??
Komentar
Kuncinya memang harus bersyukur.
Sungguh makhluk Tuhan yg budiman.
hehehe
Trims.
btw untuk membersihkan rasa iri hati pake aja rinso abis tu pake softener soklin dijamin inclong dah atinya
bueerrsssiiiih putihhhh
msh adakah seseorang yg berhati semulia itu? hmm.. kyknya udh jarang yaa??
Iri hati ngeliat kelebihan orang lain itu pasti,,tp seharusnya kita bisa belajar dari kelebihan orang itu jg,,jdnya kn untung juga,,hehehe... :D
ayo2 kita semua syukuri yg ada :D
aku iri deh sama kakak..... hehehehe
posting yang sangat mencerahkan
hihihi... fans a'A Gym nih.......
saya doakan kamu makin sukses dan tetap baik hati :D
Kalo perlu pake detergen. Jangan lupa setelahnya berikan sedikit pelembut.. :)
Irihati itu perasaan yang wajar dan manusiawi
Kita gak bisa menolak atau menghindar dari perasaan itu
tapi perasaan itu gak boleh dibiarkan berlarut-larut menjadi suatu perasaan yang justru menyebabkan kita krisis kepercayaan diri
sangat bodoh bagi manusia yang mau memelihara sifat iri dan dengki
udah ke tante alexa?
jagalah hati, jangan kau nodai
jagalah hati jangan kau kotori
*weits..copas lagu islami :p*
penyakit hati lebih cepet membunuh kita soalnya dari penyakit jantung sekalipun :D
kita emang harus bersyukur,
tp proses bersyukur itulah yg paling sulit..
ya kan? :D
setuju.....