PERBEDAAAN-PERBEDAAN MANTAN PRESIDEN RI
Prakata : Saya dapat e-mail ini dari seorang kawan, tapi….ragu-ragu mau diposting apa enggak. Soalnya, takut ada yang tersinggung. Setelah dipikir-pikir, ya..sudah saya posting saja. Habis lucu sih. Mohon bagi para pemuja ke empat Mantan Presiden RI (yang akan disebut) jangan tersinggung. Ini hanya lelucon.
BUNG KARNO = disukai perempuan
PAK HARTO = ditaklukkan perempuan
PAK HABIBIE = disangka perempuan
GUS DUR = digandeng perempuan
BUNG KARNO = bukan militer, tapi penampilan militer.
PAK HARTO = bekas militer, mengembangkan tradisi militer
PAK HABIBIE = dekat militer, dilindungi militer
GUS DUR = bukan militer, tapi punya militer swasta (Banser NU)
BUNG KARNO = memancing wanita
PAK HARTO = memancing ikan
PAK HABIBIE = memancing amarah mahasiswa
GUS DUR = memancing tawa siapa saja
BUNG KARNO = dimanfaatkan komunis
PAK HARTO = dimanfaatkan putera-puterinya
PAK HABIBIE = dimanfaatkan konco-konconya
GUS DUR = dimanfaatkan tukang pijatnya
BUNG KARNO = bingung memilih perempuan.
PAK HARTO = tidak pernah bingung
PAK HABIBIE = berpenampilan seperti orang bingung
GUS DUR = suka membuat bingung orang lain
BUNG KARNO = turun dari presiden karena sudah tua.
PAK HARTO = turun dari presiden karena sudah menyiapkan pengganti
PAK HABIBIE = turun dari presiden karena didemo mahasiswa
GUS DUR = tidak mau turun
BUNG KARNO = menciptakan keamanan dan persatuan bangsa
PAK HARTO = menciptakan kemakmuran bangsa dan keluarganya
PAK HABIBIE = menciptakan demontrasi dan perpecahan bangsa
GUS DUR = menciptakan partai kebangkitan bangsa
BUNG KARNO = jarang sekali jalan-jalan
PAK HARTO = suka jalan-jalan
PAK HABIBIE = bisa jalankan pesawat
GUS DUR = sudah jalan susah, suka jalan-jalan ke Luar Negeri
BUNG KARNO = dapat ilmu dari pengalaman
PAK HARTO = dapat ilmu dari SD
PAK HABIBIE = dapat ilmu dari Jerman
GUS DUR = dapat ilmu dari langit
BUNG KARNO = prinsipnya : Merdeka atau Mati
PAK HARTO = prinsipnya : Lebih baik sakit dari pada dipenjara
PAK HABIBIE = prinsipnya : kemajuan dengan penguasaan teknologi
GUS DUR = prinsipnya : begitu saja koq repot.....
BUNG KARNO = gila perempuan
PAK HARTO = gila harta
PAK HABIBIE = gila ilmu
GUS DUR = gila beneran BUNG KARNO = disukai perempuan
PAK HARTO = ditaklukkan perempuan
PAK HABIBIE = disangka perempuan
GUS DUR = digandeng perempuan (note: kata-kata ini Gusdur yang bilang dalam suatu acara tv)
BUNG KARNO = disukai perempuan
PAK HARTO = ditaklukkan perempuan
PAK HABIBIE = disangka perempuan
GUS DUR = digandeng perempuan
BUNG KARNO = bukan militer, tapi penampilan militer.
PAK HARTO = bekas militer, mengembangkan tradisi militer
PAK HABIBIE = dekat militer, dilindungi militer
GUS DUR = bukan militer, tapi punya militer swasta (Banser NU)
BUNG KARNO = memancing wanita
PAK HARTO = memancing ikan
PAK HABIBIE = memancing amarah mahasiswa
GUS DUR = memancing tawa siapa saja
BUNG KARNO = dimanfaatkan komunis
PAK HARTO = dimanfaatkan putera-puterinya
PAK HABIBIE = dimanfaatkan konco-konconya
GUS DUR = dimanfaatkan tukang pijatnya
BUNG KARNO = bingung memilih perempuan.
PAK HARTO = tidak pernah bingung
PAK HABIBIE = berpenampilan seperti orang bingung
GUS DUR = suka membuat bingung orang lain
BUNG KARNO = turun dari presiden karena sudah tua.
PAK HARTO = turun dari presiden karena sudah menyiapkan pengganti
PAK HABIBIE = turun dari presiden karena didemo mahasiswa
GUS DUR = tidak mau turun
BUNG KARNO = menciptakan keamanan dan persatuan bangsa
PAK HARTO = menciptakan kemakmuran bangsa dan keluarganya
PAK HABIBIE = menciptakan demontrasi dan perpecahan bangsa
GUS DUR = menciptakan partai kebangkitan bangsa
BUNG KARNO = jarang sekali jalan-jalan
PAK HARTO = suka jalan-jalan
PAK HABIBIE = bisa jalankan pesawat
GUS DUR = sudah jalan susah, suka jalan-jalan ke Luar Negeri
BUNG KARNO = dapat ilmu dari pengalaman
PAK HARTO = dapat ilmu dari SD
PAK HABIBIE = dapat ilmu dari Jerman
GUS DUR = dapat ilmu dari langit
BUNG KARNO = prinsipnya : Merdeka atau Mati
PAK HARTO = prinsipnya : Lebih baik sakit dari pada dipenjara
PAK HABIBIE = prinsipnya : kemajuan dengan penguasaan teknologi
GUS DUR = prinsipnya : begitu saja koq repot.....
BUNG KARNO = gila perempuan
PAK HARTO = gila harta
PAK HABIBIE = gila ilmu
GUS DUR = gila beneran BUNG KARNO = disukai perempuan
PAK HARTO = ditaklukkan perempuan
PAK HABIBIE = disangka perempuan
GUS DUR = digandeng perempuan (note: kata-kata ini Gusdur yang bilang dalam suatu acara tv)
Komentar
Coba cek ya,,,, pasal 310 subsider pasal 311 jo. pasal 355 KUHP
Juga UU ITE pasal 27 ayat 3
Trus pasal 134, 136, 137 KUHP :)
Lumayan ituh,, hehehe,,
*mode nakut-nakutin ON*
kalo gusdur KKN=kanan kiri nuntun :D
btw awardnya udah di pajang :)
asli daku ngakak abis.. liat gusudr kena trus...
kena cengin.. kwkwkwk
kwkwkwk...
asli ngakak oy.. ampe user liatin smua..
(lmao).. gusdur.. gusdur..
nti klo diculik gmn??
hihihihi...
teruslah bkarya....
wkakaakka
Tapi lumayan lah, bisa bikin orang2 ketawa... hahaha...
Itulah repotnya jadi pemimpin, waktu berkuasa salaman saja fotonya dipajang di mana-mana, pingin dekat, pingin dikatakan orang kenal presiden..... , lha begitu turun yaa dijadikan bahan lelucon dan cacian...
tapi herannya kalau ada lowongan presiden kok pada semangat ndaftar yaaa.... kenapa yaa?
termasuk yang bikin tuh email dan nyebar-nyebarin ya atau nggak iya?
berani amat, yak, mbak fanny ini...
:D
Tapi SBYnya koq gak diposting, takut disangka melecehkan ya??
Hahaha...
lagiiiiii
lagiiiiiiii
aku suka
ayo terus... buat kritikan
i love it
Kwakkkk..kkk....ketawa sampe mules....!!
dasar mbak ini,, untung sekarang bukan zaman orde baru...
Saya nggak mau nambah2in ahh...
:D
Mohon jangan didatengi di alam mimpi pak ( bagi Pak Karno dan Pak Harto)
Menjadikan orang lain sbg bahan tertawaan juga LELUCON, ya?
Atau pernahkah kita merenung sejenak, bagaimana jika salah satu dari org2 tsb (yang diantaranya sudah ada yang wafat)adalah kakek kita, paman kita, bahkan ortu kita?
Atau apakah beliau2 memang nggak ada baiknya smasekali sehingga kita merasa pantas memperlakukan mereka dgn 'cara' spt in?
Ngomong2, beliau2 ini MUSLIM lho, Mbak. Apakah sbg sesama muslim, Mbk enjoy menjadikan kekukarangn orang lain sebagai bahan lelucon? Bukankah agama kita melarangnya?
Maaf, saya bukan pemuja salah satu dr beliau2. Saya hanya ingin masing2 kita dapt menggunakan anugerah kemampuan menjelajah dunia maya (yang tidak semua orang bisa) dengan cara yang "sehat" dan "menyehatkan". Senyum memang sehat; tapi mentertawakan kekurangan orang lain???
Sudahlah, kita toh TIDAK YAKIN bahwa kita LEBIH BAIK daripada beliau2,trims...
Mari kita lhat ini (sbg contoh):
1. "GUS DUR = sudah jalan susah, suka jalan-jalan ke Luar Negeri". Ini kamudian memancing komentar: "kalo gusdur KKN=kanan kiri nuntun"
2. "PAK HABIBIE = berpenampilan seperti orang bingung"
Semua orang tau Gus Dur nggak bisa jalan dengan normal; Habibie dikaruniai penampilan seperti itu. Tapi apa kira2 untungnya me-LELUCON-kan KEKURANGAN beliau2 hanya karena tidak se-NORMAL kita?
Dan kalo bukan SEDANG MEMPERMALUKAN, lalu apa nama yang tepat untuk MENYEBARKAN LELUCON ttg KEKURANGAN ORANG LAIN?
Silahkan Mbak membantah ratusan kali, tapi mari kita belajar bertanya pada hati kecil kita masing2...
Tapi...sudahlah....saya malas berdebat dengan orang yang tidak berani menunjukkan jati dirinya.
Sudah, saudara2. Sudah, sudah...Peace on earth, peace in heart...
@anonim:
Mbak Fanny bener, Bro. Masukan2 NT akan lbh bermanfaat kalo NT mau nunjukin identitas diri, soalnya ga semua dari kita nerima bgt aja diomongin orang yang ga jls identitasnya (peace, Bro!).
Eh, bener gitu ya, Mbak?
@all:
Mungkin memang ada masa2 tertentu bagi kita semua untuk --meminjam istilah Bro Anonim-- merenung sejenak (ato bahkan beberapa jenak, kaleee)seraya introspeksi...
so..
marilah berbesar hati dalam menerima lelucon. marilah berbesar hati dalam menerima kritikan dalam bentuk apapun.
Kita bukan terbaik. Orang yang menilai kita baik atau buruk.
wassalam
wahai kalian orang tua yang banyak pengalaman dan berpengetahuan luas (gayanya nok :P)
bole bole saja anda semua debat segala macam, tapi bisakah tidak mengungkit2 nama agama. ingat, tidak semua orang seagama dengan anda, belum tentu yang punya blog ini juga. jadi, jadilah warna putih dalam nasi. jangan warna putih dalam bendera merah putih.
dan wkwkwkwkw, take it easy saja. saya yakin orang-orang yang dijadikan lelucon ga akan marah kalau benar-benar berjiwa besar. bukannya itu salah satu syarat pemimpin."
udah, sok tahu bgt ni
*ngikut panes nih, bang Atta n mbak fany, yuk lempar lemparan cabe :P
hiii
lucu fan...
tapi kira-kira kena hukuman gak nih postingan??? wakakaka...
*celingak-celinguk...lariiiii*