UJIAN DI SETIAP KEADAAN
Suatu hari Minggu - ketika saya dan seorang teman sedang santap siang bersama di sebuah resto - tak sengaja telinga saya menangkap percakapan dua orang wanita muda yang mejanya terletak di seberang meja saya.
“Akhir-akhir ini gue apes banget,” kata salah seorang dari mereka. “Udah kena PHK, eh….rumah gue kerampokan pula. “
“Sabar….itu namanya elo sedang diuji.” Ujar temannya menghibur.
“Sabar sih sabar, tapi…ujian yang gue hadapin kali ini benar-benar berat.” Keluh wanita itu lagi dengan mata menerawang jauh.
Percakapan selanjutnya di antara kedua wanita itu tak lagi saya simak karena suara merdu Celine Dion mulai mengalun mengusir hening yang tadi sempat hinggap di resto itu. Maklum, ketika kami datang resto itu baru saja buka. Pengunjungnya saja hanya 4 orang. Saya, teman saya dan kedua wanita muda itu.
Namun kata ‘ujian’ yang diucapkan kedua wanita itu terus bergema di telinga saya. Sambil menyantap mie aceh kesukaan saya, sebuah pertanyaan melintas di benak. MENGAPA BILA KITA BERBICARA TENTANG UJIAN KEHIDUPAN, SELALU DIHUBUNGKAN DENGAN KEADAAN YANG TIDAK MENYENANGKAN, SEPERTI : SAKIT PENYAKIT, DI PHK, ANIAYA, DLL, DST
Setelah saya renungkan lebih lanjut, sebuah pemahaman melingkupi saya. Sebenarnya, setiap keadaan - susah maupun senang – dapat menjadi ujian dalam kehidupan kita.
Ujian dalam kemiskinan :
waktu kita dalam keadaan kekurangan misalnya : uang yang seharusnya digunakan untuk
membayar angsuran kredit rumah, terpaksa dipakai karena si sulung sakit keras. Sementara harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi. Dalam situasi begini, kita diuji apakah tetap bergantung pada pemeliharaan Tuhan dan beriman padaNya atau…kita mulai memikirkan kecurangan-kecurangan, even kejahatan-kejahatan yang akan kita lakukan demi bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita.
Ujian dalam kelimpahan/kekayaan :
Waktu kita dalam kemakmuran/kelimpahan, misalnya : naik jabatan yang biasanya disertai dengan kenaikan gaji, mungkin juga bonus yang berlipat ganda, fasilitas rumah, mobil, dll, kita juga bisa diuji. Apakah kita tetap setia dan rajin beribadah kepadaNya? Tetap rajin solat (buat yang muslim), tetap ke gereja dan baca Bible (buat yang Kristen), tetap ke wihara dan rajin sembahyang (buat yang Budha). Atau, sebaliknya…kita mulai terlena sehingga merasa tidak perlu Tuhan lagi. Lebih gawat lagi, kita mulai mencicipi dosa. Yang pria asyik berselingkuh. Toh, duitnya tebal. Bisa mencari wanita lain yang lebih cantik dan sexy ketimbang sang isteri yang mulai tua dan layu. Yang wanita, sibuk shopping, menghamburkan uang suami, tak lagi memerhatikan suami dan anak-anaknya.
Ujian dalam keadaan sehat :
Waktu kita memiliki kesehatan yang prima, kita juga diuji. Apakah kita rajin beribadah? Suka membantu sesama? Menjaga kekudusan tubuh kita? Atau ….kita lebih suka dugem sampai pagi, main kartu, bergaul dengan narkoba, menenggak minuman keras, BBS (bobo-bobo siang) dan BBM (bobo-bobo malam) dengan siapa saja. Apalagi, buat kita-kita yang usianya masih tergolong muda. Akh, mumpung masih muda, sehat dan kuat. Nikmati aja hidup ini. Berhura-hura, berfoya-foya.
Ujian dalam keadaan sakit :
Penyakit – apalagi sakit yang parah dan sulit diobati – bisa menjadi ujian juga lho. karena penyakit yang tak kunjung sembuh dan sudah menguras seluruh tabungan, kita menjadi marah dan kecewa pada Tuhan. Malas solat, nggak mau ikut pengajian (buat yang muslim), malas ke gereja, ogah baca Firman Tuhan (buat yang Kristen), gak mau ke wihara lagi (buat yang Budha). Bisakah kita tetap setia dan beriman kepadaNya dalam keadaan sakit parah?
Akh, saya ingin belajar memandang setiap situasi dalam hidup ini sebagai ujian iman dan kesetiaan saya pada Tuhan, agar saya selalu waspada terhadap kondisi apapun yang saya alami dengan seizinNya. Dalam keadaan sehat, sakit, kaya atau miskin, saya ingin menjadi pemenang yang lulus di dalam setiap ujian kehidupan!
“Akhir-akhir ini gue apes banget,” kata salah seorang dari mereka. “Udah kena PHK, eh….rumah gue kerampokan pula. “
“Sabar….itu namanya elo sedang diuji.” Ujar temannya menghibur.
“Sabar sih sabar, tapi…ujian yang gue hadapin kali ini benar-benar berat.” Keluh wanita itu lagi dengan mata menerawang jauh.
Percakapan selanjutnya di antara kedua wanita itu tak lagi saya simak karena suara merdu Celine Dion mulai mengalun mengusir hening yang tadi sempat hinggap di resto itu. Maklum, ketika kami datang resto itu baru saja buka. Pengunjungnya saja hanya 4 orang. Saya, teman saya dan kedua wanita muda itu.
Namun kata ‘ujian’ yang diucapkan kedua wanita itu terus bergema di telinga saya. Sambil menyantap mie aceh kesukaan saya, sebuah pertanyaan melintas di benak. MENGAPA BILA KITA BERBICARA TENTANG UJIAN KEHIDUPAN, SELALU DIHUBUNGKAN DENGAN KEADAAN YANG TIDAK MENYENANGKAN, SEPERTI : SAKIT PENYAKIT, DI PHK, ANIAYA, DLL, DST
Setelah saya renungkan lebih lanjut, sebuah pemahaman melingkupi saya. Sebenarnya, setiap keadaan - susah maupun senang – dapat menjadi ujian dalam kehidupan kita.
Ujian dalam kemiskinan :
waktu kita dalam keadaan kekurangan misalnya : uang yang seharusnya digunakan untuk
membayar angsuran kredit rumah, terpaksa dipakai karena si sulung sakit keras. Sementara harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi. Dalam situasi begini, kita diuji apakah tetap bergantung pada pemeliharaan Tuhan dan beriman padaNya atau…kita mulai memikirkan kecurangan-kecurangan, even kejahatan-kejahatan yang akan kita lakukan demi bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita.
Ujian dalam kelimpahan/kekayaan :
Waktu kita dalam kemakmuran/kelimpahan, misalnya : naik jabatan yang biasanya disertai dengan kenaikan gaji, mungkin juga bonus yang berlipat ganda, fasilitas rumah, mobil, dll, kita juga bisa diuji. Apakah kita tetap setia dan rajin beribadah kepadaNya? Tetap rajin solat (buat yang muslim), tetap ke gereja dan baca Bible (buat yang Kristen), tetap ke wihara dan rajin sembahyang (buat yang Budha). Atau, sebaliknya…kita mulai terlena sehingga merasa tidak perlu Tuhan lagi. Lebih gawat lagi, kita mulai mencicipi dosa. Yang pria asyik berselingkuh. Toh, duitnya tebal. Bisa mencari wanita lain yang lebih cantik dan sexy ketimbang sang isteri yang mulai tua dan layu. Yang wanita, sibuk shopping, menghamburkan uang suami, tak lagi memerhatikan suami dan anak-anaknya.
Ujian dalam keadaan sehat :
Waktu kita memiliki kesehatan yang prima, kita juga diuji. Apakah kita rajin beribadah? Suka membantu sesama? Menjaga kekudusan tubuh kita? Atau ….kita lebih suka dugem sampai pagi, main kartu, bergaul dengan narkoba, menenggak minuman keras, BBS (bobo-bobo siang) dan BBM (bobo-bobo malam) dengan siapa saja. Apalagi, buat kita-kita yang usianya masih tergolong muda. Akh, mumpung masih muda, sehat dan kuat. Nikmati aja hidup ini. Berhura-hura, berfoya-foya.
Ujian dalam keadaan sakit :
Penyakit – apalagi sakit yang parah dan sulit diobati – bisa menjadi ujian juga lho. karena penyakit yang tak kunjung sembuh dan sudah menguras seluruh tabungan, kita menjadi marah dan kecewa pada Tuhan. Malas solat, nggak mau ikut pengajian (buat yang muslim), malas ke gereja, ogah baca Firman Tuhan (buat yang Kristen), gak mau ke wihara lagi (buat yang Budha). Bisakah kita tetap setia dan beriman kepadaNya dalam keadaan sakit parah?
Akh, saya ingin belajar memandang setiap situasi dalam hidup ini sebagai ujian iman dan kesetiaan saya pada Tuhan, agar saya selalu waspada terhadap kondisi apapun yang saya alami dengan seizinNya. Dalam keadaan sehat, sakit, kaya atau miskin, saya ingin menjadi pemenang yang lulus di dalam setiap ujian kehidupan!
Komentar
nah loh..gmn tuh?
yang enak tuh tidur, leha-leha, jalan2, touring, traveling,
baru ngapdet yang sebelah sih saya..., bikin minder aja... wakaka... mau ngasih ujian uga... walah... kapok saya ujian terus gak keluar nilainya...kekekke
kadang kalo lagi enak kita juga suka gak nyadar kalo lagi dalam ujian..
hm...
ada juga yg karna kejahatan orang lain
Kalo menurut aq, ujian itu adalah saat kita berusaha menyelesaikan soal2, buat kelulusan.
Itu yg disebut ujian, Sob...
contoh tsunami
klo sakit, gk enak2 itu namanya cobaan...*halah*
soktau.com nih aku...
yuk kita merenung lg
Yup !
contoh tsunami
klo sakit, gk enak2 itu namanya cobaan...*halah*
soktau.com nih aku...
yuk kita merenung lg
Yup !
ntar saya traktir mie Aceh yang paling enak...Mie Aceh pake kepiting
huh ... saya lagi di semarang...gak ada yang jualan mie Aceh disini
Di Surabaya juga gak...besok saya mau ke Bandung...kayak nya di Bandung ada ya..?
buktinya waktu skeolah juga gitu kan :P
artikel yang baguss sekali untukku *yang hoby banget dapat ujian n slalu merasa gagal dan bersyukur*
hmm.. ga sadar ne daku...
makasih yah cahabat ^^, daku jd lebih mengerti dan sadar ^^
*skrang daku ge dapat ujian mencintai lagi...*
*kaburrrrrrrrrrrrr mode ON*