Wiji adalah seorang taruna kepolisian. Dia sedang dilatih untuk menjadi polisi yang baik dan hebat. Sebenarnya, ia memiliki kemampuan yang sangat baik dalam segala hal, kecuali : Menembak.
Suatu hari, ia dan teman-temannya sedang berlatih menembak. Semua bisa menembak dengan baik kecuali Wiji. Setelah melepaskan 12 kali tembakan dan tak satu pun mengenai sasaran, sang pelatih mulai kehilangan kesabarannya.
“Kamu ini sungguh keterlaluan! Masa tak ada satu pun tembakanmu yang jitu? Sekarang, jangan kamu sia-siakan peluru terakhirmu. Pergi ke balik tembok itu dan tembak kepalamu!” Omel sang pelatih, kesal.
Wiji sangat malu. Dengan langkah gontai dan muka tertunduk, ia pergi ke balik tembok. Tak lama kemudian, terdengar bunyi tembakan.
“Ya, ampuuuun! Anak bodoh itu pasti benar-benar sudah menembak kepalanya sendiri!” Ujar sang pelatih, kaget.
Semua taruna termasuk sang pelatih segera berlari ke balik tembok. Mereka ingin melihat keadaan Wiji. Sesampainya di sana, mereka melihat Wiji dalam keadaan baik-baik saja. Tak ada luka sedikitpun di kepalanya.
“Maaf, pak.” Wiji berkata lesu. “Tembakan saya meleset lagi.”
14 komentar:
Hahahahaha....untung meleset....kalo kaga.....pasti dah jadi sniper ....ngacirrrrr
kalo pas kena tembakannya gimana tuh... langsung lulus ya...
hihihi lucu benerrr
Lucu tenan.....heeee! Lucu tenan ......haaaaa..haaaa!
wiji-wiji ... tembakannya selalu meleset ...ha-ha-ha
haw haw haw hax ketawa gaya mr.crab
wedew.."buru-buru tiarap" takut tembakannya wiji meleset nyasar kemari hehehe
wuakakkakakka
ada ada aja ini si embak fany, berapa giga bagian kepalamu yg isi humor? emang, humor itu bakat ya
wkwkwkwk
waduh bahaya tuh
untungnya gak pa2
:)
Hmm, apa maksudnya? apa kelemahan bisa menyelamatkan kita gitu.. hm, make me thing,
semua hal ada tujuannya ya..
wakakaka...
kalo kepala komandannya paling kena tuh..
wakaka...
Ha ha ha untung aja bukan penembak jitu
itu namanya terselamatkan oleh kebodohan. hahahaha....
sekali ini atasannya merasa bersyukur dengan kelemahan wiji :D:D:D
Poskan Komentar