NETWORKING

Bulan Juni yang lalu - ketika saya sedang berada di luar negeri - sebuah cerpen saya dimuat di sebuah majalah. Saya baru mengetahuinya - beberapa hari kemudian setelah tiba di Jakarta - ketika sedang mengecek saldo rekening di internet banking. Ada sejumlah uang (yang merupakan honor saya) masuk ke rekening saya dari redaksi majalah itu.

Tapi anehnya, majalah yang memuat karya saya tersebut tidak dikirim ke rumah. Biasanya - setiap karya saya dimuat - seminggu setelah majalah terbit, saya akan dikirimi sebuah sebagai bukti sudah dipublikasikan. Saya pun menghubungi pihak redaksi menanyakan mengapa majalahnya belum dikirim? Mereka meminta saya menunggu karena mereka belum menerima retur majalah yang tak terjual. Sembari menunggu, saya mencoba mencari majalah itu di proyek Senen dan beberapa agen majalah tapi hasilnya nihil. Sedangkan di toko buku sudah tidak ada karena sudah lewat 2 minggu dari tanggal terbit.


Lelah mencari tapi tak menemukannya, saya kembali menghubungi pihak redaksi. Ternyata stok mereka habis sama sekali. Tidak ada retur. Duh, saya kecewa sekali. Selama ini saya selalu menyimpan semua media cetak yang memuat karya saya. Sekadar buat kenang-kenangan di hari tua dan untuk diperlihatkan kepada anak cucu.

Merasa tidak mungkin menemukan majalah itu, saya minta ijin pada pihak redaksi untuk mendapatkan copy halaman yang memuat karya saya. Toh, yang saya perlukan hanya halaman yang berisi cerpen saya, bukan rubrik lainnya. Pihak redaksi setuju dengan permintaan saya. Saya dipersilakan datang kapan saja ke kantor mereka untuk mengambil fotocopynya.

Namun - sebelum saya sempat datang ke kantor redaksi majalah itu - masalah ini sempat saya ceritakan pada seorang teman. Teman saya pun menanggapi dengan serius sampai mencatat tgl terbit dan nomor majalah itu. Dia berjanji akan membantu saya. Padahal, saya sudah tak berharap banyak.

Beberapa waktu kemudian, dia menghubungi saya dan memberitahukan kalau dia sudah berhasil mendapatkan majalah itu. Tentu saja, saya senang sekaligus kaget. Hebat banget! Kok, secepat itu dia menemukannya? Sementara saya sudah cari kesana kemari, tak berhasil juga. Penasaran, saya tanya dia bagaimana cara mendapatkannya. Walau pada mulanya dia tak mau menjelaskan tapi setelah didesak, akhirnya dia bercerita kalau dia mengerahkan semua murid-muridnya yang notabene adalah anak-anak jalanan. Kebetulan, teman saya memang aktif mengajar anak-anak jalanan. Banyak di antara mereka berprofesi sebagai pemulung dan loper koran /majalah. Oooh, pantesan…..! Networkingnya banyak sih!

Networking? Yah, istilah ini memang sudah tak asing lagi bagi telinga kita. Tapi, siapa sangka untuk masalah sepele seperti kasus diatas, bantuan untuk saya datang karena networking teman saya di kalangan anak-anak jalanan. Well, ternyata siapa saja bisa menjadi networking, tak peduli apa profesinya dan dari golongan mana.

(tulisan ini kupersembahkan buat CY dan anak-anak didiknya)

.

Komentar

Anonim mengatakan…
Betul Fanny, jaman sekarang ini networking sudah menjadi suatu kebutuhan. Banyak manfaatnya, terutama mereka yang berbisnis, tentu akan sangat membantu perkembangan bisnisnya.

Networking yang luas juga akan sangat membantu di saat kita mempunyai masalah, contohnya yang sudah dialami Fanny.
Anonim mengatakan…
hiks...networking ya...
waw..aku nambah lagi nih pembendaharaan kata 2 nya...

satu lagi pelajaran kuambil hari ini;catet !

Yup !
Anonim mengatakan…
yoi..bener kali networking is very important :-)
Jejaring..
Anonim mengatakan…
Ralat link
waduh keliru link e hehehehehe...
salam..
Anonim mengatakan…
halo mba fanny salam kenal...
Anonim mengatakan…
dengan networking memang banyak hal informasi dapat diperoleh dan diselesaikan dengan lumayan cepat...
Anonim mengatakan…
wowowowo..
dapat juga akhirnya.tung kak fanny blon ke redaksinya. ekekekek

jadi pengen nulis2 cerpen.kyak kak fanny. lumayan sambil iseng2. serial drama korea lagi kosong blom kluar yg baru2 huhuhu T__T
Baka Kelana mengatakan…
Kamu hebat banget ya...salut dech ama kamu Funny
bolech Request puisi nggak ya

semoga cerpen2 kamu sukses ya
Anonim mengatakan…
networking pertemanan
mantap kaleee
Anonim mengatakan…
networking buat blog ikutan facebook aja hehe... promosi biar gak stress main game petnya... hihi... asik lho...
Nyante Aza Lae mengatakan…
networking??...
koq link dq lum dipasang mbak....he..he
Anonim mengatakan…
gara-gara aq punya network seorang fanny, banyak java script n teknik bikin cerpen yang aq pelajari dari dia.hhehehe
Unknown mengatakan…
@Nyante Aza Lae :maaf kelupaan. padahal sudah saling berkunjung ya. maaf banget nih. tapi sudah aku add kok linknya.
@Liputan One : wah, saya cuma tau seuprit kok, mas....itu juga belajar dari teman2 lain.
Anonim mengatakan…
disni juga dah komen
yang mana yg belum?
Anonim mengatakan…
punya networking yang luas dari berbagai kalangan dan lapisan itu sangat berguna karena saat kita dihadapkan pada suatu masalah, kita bisa bertanya pada orang yang tepat.
buwel mengatakan…
networking...ehhnnnggggg.....mikir2 dulu ya...hehhehehhe
buwel mengatakan…
nchiiiiiiiiiiiiiiiiiii...oiya mbak fuda tulisan terakhirnya maret mbak...jadi nggak di komenint....heheheh

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR