KEBAHAGIAANKU

Sometimes, aku gak ngerti dengan diriku sendiri (apalagi orang lain ya ? he he he....:)

Ketika aku dapat order gede, aku gak merasa gimanaaa gitu. Senang sih senang, tapi gak heboh senangnya. Tapi, kalau cerpenku dimuat ....wuah! Aku bisa melompat-lompat kayak anak kecil. Apalagi kalo cerpenku itu dimuat di majalah yang gawangnya susah dibobol alias editor fiksinya selektif banget. Girangnya gak ketulungan deh!


Aku pernah meluk mamaku erat-erat (sambil teriak2 histeris) ketika salah satu cerpenku diterbitkan di sebuah majalah remaja. Soalnya, selama ini cerpenku gak pernah gol di majalah itu. Mamaku sampai geleng2 kepala. Anak cewek kok kayak gini sih kelakuannya ? ha ha ha....

Padahal pas honornya ditransfer....keciiiil banget! Hmm, mungkin itu yang namanya 'kepuasan batin'. Apa kek namanya, yang jelas...ketika sebuah karyaku dimuat, sebuah kebahagiaan tiada tara telah dicurahkan di palungan hatiku. Cieee...kok, jadi puitis sih?

Komentar

brown sugar mengatakan…
Hehehehe....kadang kebahagiaan ga bisa di ukur dengan materi...seperti anak kecil yang mengerti arti cinta bukan karena hadiah apa yang diberikan oleh orang tuanya , tapi dia mengerti akan cinta karena sentuhan dan senyum ayah ibunya......kekekekekek....kaburrrrrrrr
Senoaji mengatakan…
wewwwwww.... waaa pingin juga diterbitin, tapi wkwkwkwkwkwkwkwk gak pede, pedean di blog ajah, dengan penerbitnya aku sendiri wkwkwkwkwkwkwkwk...
Unknown mengatakan…
@Senoaji : benerr...kita jadi penulis, editor dan penerbit sekaligus.
Anonim mengatakan…
hihihi... betuls... aku bahkan kalo girang bisa nonjokin preman2 (hah???).
Anonim mengatakan…
kepuasan bathin memang susah ngukurnya...
emang gatel kok dikukur... wahahhaa...
Anonim mengatakan…
puas ya?
jangan dulu ...
Anonim mengatakan…
puas... puasss... tukul mode on hehe
namaku wendy mengatakan…
hehehe bahagia yg aneh yak
kalo aku pernah diam seribu bahasa karena shock cerpennya bisa dmuat di koran anak2 majalah lokal, no komeng wis hehehe:p
Anonim mengatakan…
Kecil banget itu kan menurut standar notaris, kalo buat nyumbang silverqueen ya masih lumayan kenyang. Ha ha ha
Anonim mengatakan…
Fanny, kebahagiaan memang tidak bisa diukur dengan materi dan tidak selalu terukur dengan materi. Buat Fanny, kebahagiaan itu datang justru disaat hasil karya Fanny di muat, apalagi di media yag sulit ditembus. Artinya kebahagiaan itu dirasakan saat tantangan dan rintangan bisa dilalui. Begitukan Fanny?

Semoga tambah sukses ya
Anonim mengatakan…
kalau tulisanku ga dimuat-muat, penyaluranku lewat blog. Pasti dimuatnya.hahahaha
Unknown mengatakan…
@Erik : betul pak...
@Liputan ONe : sama dong. kalo gak dimuat,ya dimuat di blog aja. biar jelek dan sempit, pasti muat kok. he hehe..
www.katobengke.com mengatakan…
hahahahah..............................
hahaha...........
hahaha..............................
kamu bisa ajah.....
hahah..............
Anonim mengatakan…
ukuran kebahagiaan setiap orang itu beda2
nietha mengatakan…
kebahagiaan emang ga bisa diukur dengan uang mbak..walaupun ga munafik uang itu emang penting dan bsia buat orang bahagia

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR