Postingan

ASAL USUL MANUSIA

Dudi bertanya kepada papanya mengenai asal usul manusia. Papanya menjawab : “Tuhan menciptakan Adam dan Hawa. Mereka punya anak-anak. Anak mereka beranak cucu lagi sehingga menjadi banyak.” Esoknya, Dudi bertanya lagi kepada mamanya dengan pertanyaan sama. Mama menjawab : ‘Bertahun-tahun lalu ada kera yang perlahan-lahan menjadi manusia.” Dudi menjadi bingung karena jawaban papa dan mamanya berbeda. Dudi pun bertanya kepada papanya. “Pa, kenapa mama bilang manusia berasal dari kera? Padahal papa bilang manusia diciptakan Tuhan. Mana yang benar nih?” Papa pun menjawab : “Oh, itu kan karena mama cerita tentang keluarga dari pihak mama.”

PEKERJAAN KEREN

Tomo : “Akh, pekerjaanku sungguh menyenangkan. Selalu ada gadis-gadis cantik yang datang ke tokoku untuk belanja baju.” Robi : “Sama dong. Aku juga mengalami hal yang keren dalam pekerjaanku. Banyak sekali seleb yang ke tempat kerjaku buat beli perhiasan mahal.” Anton : “Baru juga segitu udah pada bangga. Nih, pekerjaanku paling keren. Banyak orang telanjang di tempat kerjaku. Mulai dari bayi sampai kakek nenek.” Robi : “Wow! Emangnya kamu kerja dimana sih?” Anton : “Kamar mayat.”  

RAHASIA SUNYI

Gambar
 Penerbit : Gagas Media Penulis : Brahmanto Anindito Novel ini beneran seru abis. Dari awal sampai akhir bikin penasaran. Kisahnya tentang : seorang pemuda bernama Lautan yang dimintai tolong - lebih tepatnya dikasih job - sama mantan calon mertuanya, mister Fowler, untuk menncari tahu penyebab kematian Kirey. Kirey ini dulunya mantan pacar Lautan yang meninggal dunia karena kecelakaan di kawasan gunung Kerinci, Sumatera. Walaupun dari hasil pemeriksaan kepolisian, Kirey dinyatakan tewas karena kecelakaan, tetapi tampaknya miser Fowler tak puas dan ingin tahu penyebab sesungguhnya kematian sang puteri kesayangannya. Maka dimulailah petualangan Lautan di wilayah Sumatra Barat. Diawali dengan menginap di rumah pak Zainal, paman Kirey, yang ternyata ada hantunya. Baru tiba saja, Lautan sudah diganggu hantu. Lalu, dari hasil penyelidikannya di scrapbook Kirey dan akun Kirey di Quora, sebuah situs jejaring sosial yang berisi tanya jawab dan diskusi, Lautan denga...

KETIKA SANG NOVELIS BERKUNJUNG

Setiap kali mereview novel-novel yang menarik dan menayangkannya di blog ini, saya nggak pernah berharap si penulis novel tersebut akan mampir ke blog ini untuk membacanya. Apalagi berharap komentar dari yang bersangkutan. Karena bisa saja si penulis sibuk, nggak sempat blogwalking, atau kalo toh blogwalking tapi malu buat berkomentar.  So, ketika hari ini saya membaca kolom komentar blog ini yang menulis review novel First Time in Beijing, saya sempat kaget. Wah, ada komentar dari penulisnya. Walau pendek berupa ucapan terima kasih, tapi saya sudah senang sekali. Itu artinya, si penulis sangat menghargai tulisan review saya yang amburadul itu. Hihihihi.. Langsung saja deh saya mampir ke blognya. Eh, ternyata mbak Riawani (nama penulis itu) udah launching buku baru lagi. Wah, kebetulan banget. Saya kan ngefans sama karya-karyanya. Setelah membaca First Time in Beijing, saya jadi rajin mencari novel-novelnya yang lain. Hmm...saatnya berburu novel mbak Ria yang lain nih. Se...

AUTUMN ONCE MORE

Gambar
  Penerbit : GPU Banyak karya penulis beken di Buku Kumcer ini, tetapi pas saya baca. Malah, karya-karya penulis yang gak terlalu top lebih bagus dan menarik. Anehnya lagi, ada satu cerpen yang idenya rada mirip dengan salah satu cerpen saya. Tentang bunga di dalam vas yang jatuh cinta kepada seorang cowok keren dengan jabatan oke. Bunga itu ada di dalam ruangan kerja si cowok. Dari awal membacanya, saya sudah nebak, ini pasti tokoh AKU nya bukan orang. Saat membaca di halaman-halaman selanjutnya, tebakan saya makin tepat. Dan, geli sendiri. Duh, kok bisa gitu idenya mirip dengan cerpenku. Tapi tentu aja gak mirip-mirip banget. Cerpen keren lainnya tentang seorang cowok yang hobi dugem dan minum naksir anak tetangganya. Anak pak Haji pula.  Dan, untuk menarik perhatian sang cewek idaman, dia pura-pura jadi anak alim. Rajin sembahyang, bersikap santun sama pak Haji, dll.  Tapi, suatu hari dia tak bisa menahan godaan. Dia kembali ikutan minum dan p...

DIBACA BOLEH, DITIRU JANGAN

Saya sudah membaca ratusan novel. Baik itu novel remaja, metropop, romantis, chicklit, drama, dll. Dan, dari hasil membaca novel-novel itu saya memiliki kesimpulan bahwa nggak semua novel yang kita baca itu mengandung moral yang bagus. Banyak sekali novel yang seolah-olah mengesahkan free sex dan hubungan sesama jenis. Yeah, memang hal-hal seperti ini sudah lazim di jaman serba canggih tapi tetap saja sebagai anak muda, kita harus waspada. Jangan sampai, apa yang kita baca itu menjadi patokan dalam pergaulan dengan lawan jenis (dalam hal ini berkaitan dengan freesex).  Dan, mengingat novel-novel itu beredar di toko buku dengan sangat bebasnya, saya rasanya kok berkewajiban mengingatkan para ortu yang punya anak remaja untuk lebih meneliti bacaan anak-anaknya. Kalau anak-anak remaja sudah mulai menyukai novel-novel romantis, sebaiknya para ortu ikut mengawasi novel yang dibacanya. Bila perlu ikut membaca sekilas novel itu lalu mendiskusikan isinya dengan si anak. Kenapa? Yah, ka...

BANGKOK

Gambar
Penulis : Moemoe Rizal Penerbit : Gagas Media Semalam baru aja selesai baca novel Bangkok. Idenya sih keren. Ada anak dapat warisan dari ibunya berupa 7 lembar jurnal yang ditulis di balik kalender dan tersebar di Bangkok. Unik kan idenya? Petualangan sang anak mencari 7 jurnal itu di seantero Bangkok, bikin saya berimajinasi pada tempat-tempat cantik di sana. Mengingatkan saya akan perjalanan wisata ke sana di tahun 2004. Tetapi, saya kurang menemukan unsur 'serunya'. Tadinya, saya pikir novel ini akan seperti novel romance yang berbau detektif atau misteri apa gitu.  Gak taunya, biasa aja. Malah, beberapa jurnal ditemukan dengan mudah oleh orang-orang yang membantu mencari jurnal tersebut. Selain itu, tulisan tangan sang ibu bikin saya pusing membacanya. Kecil dan miring. Cetakannya nggak mantap. Mata minus silinder saya jadi makin cape membacanya. Beneran nggak nyaman membacanya. Belum lagi, banyak sekali kata-kata makian ala orang bule. Duh, rasa...