Postingan

OBAT KESEDIHAN

Seorang wanita sangat berduka sejak suami yang sangat dicintainya meninggal dunia. Anak-anak, sahabat, kerabat dan para tetangga sudah berusaha menghiburnya tetapi wanita ini tetap bersedih. Hari demi hari dilaluinya dengan bermuram durja. Suatu hari ada seorang bijak datang ke desa tempat tinggalnya. Orang-orang di desa itu lalu menceritakan perihal wanita ini. Orang bijak itu bersedia membantu. Ia mengunjungi sang janda yang sedang bersedih. Dengan tekun, dia mendengarkan cerita wanita yang sedang berduka itu. Setelah wanita itu selesai bercerita, orang bijak itu mengambil sebuah biji sesawi dari kantongnya dan memberikannya kepada si wanita seraya berkata : “Aku punya obat kesedihan hatimu. Ambillah biji sesawi ini dan kunjungi setiap rumah sampai kamu menemukan orang yang tidak pernah bersedih di dalam hidupnya. Jika kamu sudah menemukan orang itu, berikan biji sesawi ini dan temui aku kembali.” Wanita itu melaksanakan perintah orang bijak tersebut. Setiap hari ia bertemu de...

KOK,BELUM DIBAYAR YA?

Tadi siang, saya ngecek buku tabungan. Kali aja, ada pembayaran honor cerpen or fee akta. Tapi, ternyata hanya ada pembayaran fee akta. Sementara, honor cerpen dari sebuah majalah belum juga saya terima. Padahal, cerpen saya sudah terbit seminggu yang lalu. Hmm, kumat lagi deh. Dulu, majalah ini (sebut aja majalah ZZ) pernah sampai 1 bulan tidak membayar honor saya. Terpaksa deh, saya telpon redaksinya, tapi..menurut Sekretaris mereka sudah ditransfer. Aneh kan? Kalo udah ditransfer, masa saya belum terima. Akhirnya, si sekretaris yang mengurusi pembayaran honor cerpen itu meminta norek saya lagi. Padahal, di setiap cerpen yang saya kirim sudah dicantumkan norek-nya. Dia berjanji akan mengecek masalah ini. Janji tinggal janji. Honor belum juga dibayar. Saya - lagi-lagi - harus nelpon. Kembali, dia berjanji akan ngurusin masalah pembayaran ini. Karena menurutnya sudah ditransfer. Lha, piye toh, mbak? Saya mau marah tapi gak enak hati. Dicuekin aja kali ya. Tapi..honor cerpen itu kan hak...

SEKARANG SAYA MENJADI….

Seorang pasien di sebuah RSJ melapor kepada dokter yang merawatnya. “Pagi, Dok. Sekarang saya menjadi Kapten!” Katanya. ‘Oke, saya akan jadi anak buahmu.” Jawab sang dokter. Keesokan harinya, sang pasien melapor lagi. “Dok, hari ini saya menjadi seorang guru musik.” Ujarnya sambil mesem. “Baiklah, saya akan jadi muridmu.” Sang dokter mengangguk. Sore harinya, sang pasien melapor lagi. “Sore, Dok. Sekarang saya menjadi seorang dokter spesialis penyakit jiwa.” Ujarnya bangga. “Hmm…kalau begitu saya akan menjadi….,” Sang dokter ragu-ragu untuk melanjutkan kalimatnya. “Pasien saya ya, Dok?!” Tukas sang pasien sambil bertepuk tangan kegirangan.

LIDAH YANG SUKA BERTENGKAR

Pernah lihat orang berdebat? Saya pernah menyaksikan sebuah siaran televisi yang menampilkan para politikus sedang berdebat. Duh, cape deh! Mereka berdebat tak ada habisnya. Sepertinya, debat sudah menjadi kesukaan mereka karena mereka merasa dirinya hebat saat bisa terus berdebat dengan lawan bicaranya. Orang yang suka berdebat seringkali tidak menyadari bahwa sesungguhnya ia akan terbentuk menjadi orang yang suka menyerang dan selalu tergoda untuk menjatuhkan lawannya. Mereka biasanya mempunyai lidah yang suka bertengkar. Adapun ciri-cirinya adalah :… - Tidak pernah merasa dirinya salah. Orang yang hobi bertengkar selalu merasa dirinya benar, meskipun sebenarnya ia salah. Ia akan terus mempertahankan diri untuk bisa berada di posisi yang benar berdasarkan anggapannya, meskipun ia berhadapan dengan orang banyak. Sikap yang selalu ingin menang sendiri menunjukkan bahwa orang yang suka bertengkar masih bersifat kekanak-kanakan. - Selalu ingin menjadi penutup pembicaraan. Orang yang suk...

SAYA KECANDUAN

Gawat! Benar-benar gawat nih! Saya mulai kecanduan game di facebook. Ini gara-gara si Joddie Palgunadi , teman blogger dan teman facebook yang minta saya jadi neighbor di game cafe world. Iseng-iseng, saya terima permintaannya itu. Terus, saya coba main game cafe world. Ih, seru juga ya...Bolehlah buat refreshing otak yang butek karena kerjaan. Tapi, karena ada level-levelnya plus dapat coin, saya jadi ketagihan. Penasaran gitu. Pengennya cepet-cepet naik level dan kumpulin coin buanyak-buanyak. He hehe.. Alhasil, saya jadi sedikit melalaikan 8 blog saya. Untungnya, gak pake lama. Saya segera sadar, ada 'anak-anak' yang belum dikasih makan. Si bungsu dan Sang Pelancong udah merengek minta bubur. Cepat-cepat, saya masakin beras ide yang udah nyantol di otak. Tinggal dicuci bersih dan dimasukin ke panci. Jadi deh bubur. Langsung, saya suapin tuh anak-anak saya. Kalo anak-anak yang lain sih memang masih kenyang. Lagian, saya belum ada ide untuk anak-anak yang lain. Kembali ke...

KETAWA SEJENAK

Simak yuk seluk beluk tentang beberapa istilah dibawah ini. Kali aja bisa mengundang tawa sejenak. Kalo belum bisa juga ketawa, minimal senyum deh. Kalo gak bisa juga, urat ketawanya mesti di-setel lagi deh. He h e he… Hari memancing terburuk selalu lebih baik dari hari terbaik di kantor. Panitia adalah sekelompok manusia yang melaksanakan pekerjaan satu orang saja. Kesimpulan adalah sesuatu yang diperoleh setelah otak lelah berpikir keras Memorandum bukan untuk memberitahukan pembacanya, tetapi untuk melindungi yang kuat.

RANJAU PAKU DI JALAN RAYA

Prakata : dikirimin email tentang kejahatan ranjau paku. Semoga bermanfaat ya. Ranjau paku yang sengaja ditebar di jalan raya masih tetap mengancam para pengendara. Kita memang harus ekstra hati-hati agar perjalanan tidak terhambat dan tidak menjadi korban aksi kejahatan setelah ban kempes. Bukan apa-apa, jika tidak waspada kita bisa menjadi mangsa kejahatan yang lebih merugikan, misalnya perampokan, penjabretan, pencurian dsb. Namun, setinggi-tingginya kewaspadaan kita, tidak tertutup kemungkinan ban mobil kita kempes lantaran terkena ranjau paku. Apalagi, jenis kejahatan ini tampak semakin terorganisir. Mulai dari pembuatan design ranjau yang bisa membuat ban jenis tubeless pun cepat kempes, pemilihan lokasi dan waktu untuk menebar ranjau, adanya pembagian tugas seperti tim survey yang memantau mangsa, hingga tim eksekutor yang siap menyergap kita bila kaget dan lengah mengetahui ban mobil kempes. Bagaimakah menghindari kerugian lebih lanjut? Mari simak saran yang pernah dilontarkan...