Selasa, 14 Januari 2014

BILA ANUS TERASA SAKIT

Bulan Desember lalu, salah seorang adik saya mendadak diserang sakit di daerah anus bagian dalam. Semula dia mengira wasir tetapi setelah makan obat untuk wasir, rasa sakitnya tetap ada. Lalu, adik saya ke dokter umum dekat rumahnya, dikasih obat antibiotik tetap terasa sakit. Hanya hilang sakitnya ketika obatnya baru dimakan. Begitu efek obatnya hilang, rasa sakit kembali timbul. 

Dua hari kemudian, adik saya kembali ke dokter internis dan dokter menyarankan endoskopi di bagian anus. Duh, endoskopi itu ternyata sakit banget. Sampai adik saya minta dibius lokal tapi begitu biusnya hilang sakitnya kumat lagi. Dokter pun cuma memberikan obat anti radang dan antibiotik. Lha, sami mawon. Sakitnya tetap muncul. Bahkan, kondisi anus jadi bengkak. Dokter bilang harus tunggu pecah dan keluar nanahnya baru bisa operasi. 

Tapi karena nggak tahan sakit, akhirnya adik saya pergi ke RS terdekat dan malah harus operasi segera karena bagian luar cincin anus sudah digerogoti oleh bakteri. Namanya abses fistula. Dan dari hasil gugel saya dapatkan artikel tentang penyakit ini. Saya tampilkan sebagian di sini ya. 

Fistula adalah hubungan abnormal antara dua tempat yang berepitel. Fistula ani adalah fistula yang menghubungkan antara kanalis anal ke kulit di sekitar anus (ataupun ke organ lain se­perti ke vagina).  Pada permukaan kulit bisa terlihat satu atau lebih lubang fistula, dan dari lubang fistula tersebut dapat keluar nanah ataupun kotoran saat buang air besar.

Terdapat berbagai jenis fistula, mulai dari yang simple hingga fistula kompleks yang bercabang cabang dan melibatkan otot sphincter ani (otot yang mengatur proses defekasi).
Fistula ani sering terjadi pada laki laki berumur 20 – 40 tahun, berkisar 1-3 kasus tiap 10.000 orang. Sebagian besar fistula terbentuk dari sebuah abses (tapi tidak semua abses menjadi fistula). Sekitar 40% pasien dengan abses akan terbentuk fistula.

 Wah ngeri ya kalo baca artikelnya. Kelihatan sepele tapi itu bisa merepotkan dan susahnya kalo mau pup jadi sakit banget. Padahal saat mau pup kan mesti ngeden dulu. 

Setelah operasi, barulah rasa sakitnya hilang tapi sakit bekas operasi tetap ada. Dan, kalau mau pup susahnya minta ampun karena pas ngeden terasa sakit. Menderita banget pokoknya.

Sebenarnya, tindakan operasi ini mungkin nggak perlu kalau dari awal adik saya sudah ke RS. Karena salah seorang teman bercerita kalau saudaranya pernah mengalami hal ini tetapi bisa disembuhkan dengan cara merendam dubur dengan obat tertentu dari dokter. Jadi pantatnya itu direndam dengan obat yang ditaruh di baskom. 

Yah, tapi saya tahunya setelah adik dioperasi. Terlambat deh. Untunglah, sekarang kondisi adik saya sudah jauh lebih baik. Pup sudah lancar dan sakitnya sudah berkurang banyak. 

So, buat kamu-kamu yang mengalami sakit di daerah dubur segeralah ke dokter. Jangan anggap remeh dan berpikir itu cuma wasir biasa. 



12 komentar:

ayie kasturi mengatakan...

Waduuh ternyata ngeri juga ya mba. Ga kebayang sakitnya. Syukurlah uda sembuh adeknya mba. Hehhehe..

Achmad Edi Goenawan mengatakan...

Semoga cepat sembuh adiknya!

Fitta tatawarna mengatakan...

Semoga cepat sembuh adiknya!

roel batu mengatakan...

beda sama wasir ya mbak?
cepet sembuh ya adeknya...

TS Frima (Rian) mengatakan...

wah mesti deteksi dini nih biar gak keburu kenapa-kenapa.

Have a nice day mbak fan :)

Eka Soepadmo mengatakan...

agak ngeri juga ya, semoga lekas sembuh

Suci Nabbila mengatakan...

Walau ga bisa membayangkan banget sebenarnya penampakan sakitnya gimana, tapi sepertinya serem dan sakit banget yaa :( semoga adiknya cepat pulih sepenuhnyaaa..

Beranda Kata mengatakan...

wah ternyata serius juga ya

Dihas Enrico mengatakan...

kalau gatal knp ya mbak..?
katanya kreminen ya....

lilis mengatakan...

Semoga adiknya lekas sembuh ya Mbak

IrmaSenja mengatakan...

terhitung jadwal tahun ini saya sudah 10 kali menjalani endoskopi *elus-elus tubuh bagian belakang :(

#SurvivorCaKolon

Yulia Yulia mengatakan...

Mba tanya nama obat rendemannya apa ya??? Tolong mba mama saya juga gitu