Jumat, 15 Juni 2012

SEMUT API YANG KOMPAK

Pernah melihat semut api atau pernah digigit binatang ini? Wah, jangan sampai digigit deh. Rasanya sungguh nggak enak. Gatal dan sakit. Semut api yang bahasa Latinnya adalah solenopsis invicta memang merupakan binatang menggigit yang sangat agresif. Namun, binatang ini mempunyai pertahanan hidup yang luar biasa, terutama terhadap air atau banjir. Jika tercebur dalam air, maka sekumpulan semut api akan saling mengaitkan diri dan membentuk rakit. Rakit semut bisa terbentuk karena semut-semut itu memanfaatkan kekuatan gelembung udara dari semut di sebelahnya. Mereka saling berpegangan pada rahang bawah atau kaki depan temannya. Semut yang ada di lapisan paling bawah rakit berada tepat di permukaan air. Semut lainnya kemudian menumpuk di atasnya. Dengan begitu, mereka bisa membentuk perangkat apung bersama dengan menyatukan kantung udara kecil di antara mereka. Struktur ini sangat kuat sehingga sekalipun mereka tenggelam, kantung udara mereka akan membawa mereka kembali ke permukaan.

Nathan Mlot, mahasiswa pascasarjana di Georgia Institute of Technology, Atlanta, berkata, “Jalinan semut-semut itu sangat kuat sehingga kantung udara terbentuk di antara air dan mereka. Air pun tak bisa menembus struktur rakit itu.” Selain itu, mereka juga tetap berupaya mempertahankan bentuk rakit. Ketika para peneliti dengan susah payah mengambil satu per satu semut yang ada di bagian atas, semut yang ada di bawah akan segera naik untuk mengisi posisi yang kosong sehingga ketebalan rakit tetap terjaga.

Joshua King, seorang ahli dari Central Connecticut State University, New Britain, berkata, “Perilaku organisasi sosial seperti ini sangat tidak biasa.” Artinya, ini menunjukkan kelebihan dari semut api dalam hidup bersamaan. 

Sifat semut api yang sangat mengutamakan kebersamaan itu, patut ditiru. Mereka begitu kompak. Selalu bersatu sehingga menjadi teguh dan kuat. Berbeda dengan kita, manusia yang kadang lebih suka berkelahi. Tersinggung sedikit, ngajak berantem. Tercolek seinci, sudah ngamuk. Tak heran banyak sekali aksi balas dendam yang berakhir pembunuhan hanya gara-gara soal sepele.

Andai saja, kita mau belajar kepada semut api yang begitu kompak, mungkin angka tindak kriminal pembunuhan akan semakin berkurang.

25 komentar:

Hariyanti Sukma mengatakan...

banyak sekali yang perlu kita tiru dari kehidupan semut dan lebah ya, mbak.... mestinya kita manusia malu ya, karena seperti semut dan lebah walau kecil , tapi memberikan manfaat yang sangat besar bagi makhluk hidup lainnya.

insanicita.blogspot.com mengatakan...

semut memang hebat sosialisainya tapi sifat buruknya sangat tergiur dengan gula :)

uci cigrey mengatakan...

Malu sama semut api yg sifatnya bisa menyakiti tapi sangat kompak dan saling satu sama lain antara semut api :D
Manusia seharusnya bisa lebih dari itu, ayoooo (apa coba, hihihi)
thanks mba funn

affanibnu mengatakan...

kadang kita luput untuk menjadikan sesuatu menjadi makna kehidupan...
terlebih untuk hal - hal yang kecil..

Abdul Malyk mengatakan...

wah, bisa kompak gitu ya..
mestinya malu ya kita sebagai manusia..

1mmanuel'Z-Note5 mengatakan...

semut juga hewan yang ramah... tiap ketemu, nyapa...

itu dulu nasihat dari wali kelas ku waktu SD,,, Hehehe

Arif Chasan mengatakan...

banyak pelajaran yg bisa kita ambil di dunia ini ya.. termasuk dari semut... ;D

alaika abdullah mengatakan...

wow.... hebat banget kekompakan dan kerjasamanya ya mba...ckckckck....
patut dicontoh deh... makasih banget mba Fanny atas artikelnya, jadi dapat pengetahuan baru deh hari ini... :)

Andy mengatakan...

tumben tulisan mba kali ini beda alias agak serius :)
ada Hanoman ada juga Rahwana,jadi antara kebaikan & keburukan adala dua sisi yang berjalan berdampingan hingga akhir dunia ini

Bung Penho mengatakan...

baru tau gue Fan. soalnya gak pernah serius ngeliat semut. kecuali semut yang ikutan nimbrung pas gue lagi makan... dan keseriusan gue berakhir dngan tamatnya riwayat semut tersebut!

zachflazz mengatakan...

sebenarnya itu pendidikan banget buat kita ya..
cuma banyak diantara kita yang nggak pernah mau belajar, jadi beginilah dunia. mungkin semut-semut api itu ngetawain kita sekarang.

bonk AVA mengatakan...

bhineka tunggal ika hehehe

Claude C Kenni mengatakan...

Soalnya semut2 itu merasa bahwa mereka adalah satu...sementara manusia, merasa dirinya tidak membutuhkan orang lain...

Madjongke mengatakan...

Sangat unik. Manusia juga seperti itu tapi hanya ketika ada ancaman dari pihak luar. Contoh kecil saja satu kampung sedang ada masalah dengan kampung lain. Pastinya mereka akan bersatu mempertahankan keyakinan. Entah itu satu kampung, satu kelompok, satu sekolah, dll. Tapi yang jadi masalah adalah sesama manusia. Jadi sampai kapanpun seluruh manusia sulit bersatu karena mereka memiliki keyakinan masing masing. Itu kalau saya tideak salah. Kalau salah ya maaf.

ayie kasturi mengatakan...

emang patut ditiru siy budaya kompak. kalo semut mah okey2 aja ya, lha kalo kita, manusia, yang dikasih akal pikiran tapi suka keblablasan, waaah, susaaaah mba.^^

Yunda Hamasah mengatakan...

Semestinya kita tiru ya Mbak :)

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

dengan bersatu maka semua akan mudah ya mbak

Esti Sulistyawan mengatakan...

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh malah masih dipegang sama semut ya drpd manusia

dimas geel mengatakan...

semut memang sangat terkenal akan kekompakannya ya :)

event ngeblog: menulis di blog dapet android, ikutan yuk!

Cerita Tugu mengatakan...

kekompakan semut tercermin juga pada manusia dalam hal kegotongroyongan

pipit pito mengatakan...

sentilan yg pas buat manusia :)

rinz mengatakan...

semut api jenis tertentu punya skala sakit tertinggi kl kegigit.

hehehehe. halo mbak, i'm back...

Mawardi mengatakan...

contoh kebersamaan yang pantas ditiru

Darmawan Saputra mengatakan...

wah artikel yg sangat kreatif... thx sangat bermanfaat sekali..



#Semoga sehat selalu :)

Dihas Enrico mengatakan...

perlu dicintoh kekompakannya......
:)