Pernah melihat semut api atau
pernah digigit binatang ini? Wah, jangan sampai digigit deh. Rasanya sungguh
nggak enak. Gatal dan sakit. Semut api yang bahasa Latinnya adalah solenopsis invicta memang merupakan
binatang menggigit yang sangat agresif. Namun, binatang ini mempunyai
pertahanan hidup yang luar biasa, terutama terhadap air atau banjir. Jika
tercebur dalam air, maka sekumpulan semut api akan saling mengaitkan diri dan
membentuk rakit. Rakit semut bisa terbentuk karena semut-semut itu memanfaatkan
kekuatan gelembung udara dari semut di sebelahnya. Mereka saling berpegangan pada
rahang bawah atau kaki depan temannya. Semut yang ada di lapisan paling bawah
rakit berada tepat di permukaan air. Semut lainnya kemudian menumpuk di
atasnya. Dengan begitu, mereka bisa membentuk perangkat apung bersama dengan
menyatukan kantung udara kecil di antara mereka. Struktur ini sangat kuat
sehingga sekalipun mereka tenggelam, kantung udara mereka akan membawa mereka
kembali ke permukaan.
Nathan Mlot, mahasiswa
pascasarjana di Georgia Institute of Technology, Atlanta, berkata,
“Jalinan semut-semut itu sangat kuat sehingga kantung udara terbentuk di antara
air dan mereka. Air pun tak bisa menembus struktur rakit itu.” Selain itu,
mereka juga tetap berupaya mempertahankan bentuk rakit. Ketika para peneliti
dengan susah payah mengambil satu per satu semut yang ada di bagian atas, semut
yang ada di bawah akan segera naik untuk mengisi posisi yang kosong sehingga
ketebalan rakit tetap terjaga.
Joshua King, seorang ahli
dari Central Connecticut State University, New Britain,
berkata, “Perilaku organisasi sosial
seperti ini sangat tidak biasa.” Artinya, ini menunjukkan kelebihan dari
semut api dalam hidup bersamaan.
Sifat semut api yang sangat
mengutamakan kebersamaan itu, patut ditiru. Mereka begitu kompak. Selalu
bersatu sehingga menjadi teguh dan kuat. Berbeda dengan kita, manusia yang
kadang lebih suka berkelahi. Tersinggung sedikit, ngajak berantem. Tercolek
seinci, sudah ngamuk. Tak heran banyak sekali aksi balas dendam yang berakhir
pembunuhan hanya gara-gara soal sepele.
Andai saja, kita mau belajar
kepada semut api yang begitu kompak, mungkin angka tindak kriminal pembunuhan
akan semakin berkurang.
25 komentar:
banyak sekali yang perlu kita tiru dari kehidupan semut dan lebah ya, mbak.... mestinya kita manusia malu ya, karena seperti semut dan lebah walau kecil , tapi memberikan manfaat yang sangat besar bagi makhluk hidup lainnya.
semut memang hebat sosialisainya tapi sifat buruknya sangat tergiur dengan gula :)
Malu sama semut api yg sifatnya bisa menyakiti tapi sangat kompak dan saling satu sama lain antara semut api :D
Manusia seharusnya bisa lebih dari itu, ayoooo (apa coba, hihihi)
thanks mba funn
kadang kita luput untuk menjadikan sesuatu menjadi makna kehidupan...
terlebih untuk hal - hal yang kecil..
wah, bisa kompak gitu ya..
mestinya malu ya kita sebagai manusia..
semut juga hewan yang ramah... tiap ketemu, nyapa...
itu dulu nasihat dari wali kelas ku waktu SD,,, Hehehe
banyak pelajaran yg bisa kita ambil di dunia ini ya.. termasuk dari semut... ;D
wow.... hebat banget kekompakan dan kerjasamanya ya mba...ckckckck....
patut dicontoh deh... makasih banget mba Fanny atas artikelnya, jadi dapat pengetahuan baru deh hari ini... :)
tumben tulisan mba kali ini beda alias agak serius :)
ada Hanoman ada juga Rahwana,jadi antara kebaikan & keburukan adala dua sisi yang berjalan berdampingan hingga akhir dunia ini
baru tau gue Fan. soalnya gak pernah serius ngeliat semut. kecuali semut yang ikutan nimbrung pas gue lagi makan... dan keseriusan gue berakhir dngan tamatnya riwayat semut tersebut!
sebenarnya itu pendidikan banget buat kita ya..
cuma banyak diantara kita yang nggak pernah mau belajar, jadi beginilah dunia. mungkin semut-semut api itu ngetawain kita sekarang.
bhineka tunggal ika hehehe
Soalnya semut2 itu merasa bahwa mereka adalah satu...sementara manusia, merasa dirinya tidak membutuhkan orang lain...
Sangat unik. Manusia juga seperti itu tapi hanya ketika ada ancaman dari pihak luar. Contoh kecil saja satu kampung sedang ada masalah dengan kampung lain. Pastinya mereka akan bersatu mempertahankan keyakinan. Entah itu satu kampung, satu kelompok, satu sekolah, dll. Tapi yang jadi masalah adalah sesama manusia. Jadi sampai kapanpun seluruh manusia sulit bersatu karena mereka memiliki keyakinan masing masing. Itu kalau saya tideak salah. Kalau salah ya maaf.
emang patut ditiru siy budaya kompak. kalo semut mah okey2 aja ya, lha kalo kita, manusia, yang dikasih akal pikiran tapi suka keblablasan, waaah, susaaaah mba.^^
Semestinya kita tiru ya Mbak :)
dengan bersatu maka semua akan mudah ya mbak
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh malah masih dipegang sama semut ya drpd manusia
semut memang sangat terkenal akan kekompakannya ya :)
event ngeblog: menulis di blog dapet android, ikutan yuk!
kekompakan semut tercermin juga pada manusia dalam hal kegotongroyongan
sentilan yg pas buat manusia :)
semut api jenis tertentu punya skala sakit tertinggi kl kegigit.
hehehehe. halo mbak, i'm back...
contoh kebersamaan yang pantas ditiru
wah artikel yg sangat kreatif... thx sangat bermanfaat sekali..
#Semoga sehat selalu :)
perlu dicintoh kekompakannya......
:)
Poskan Komentar