Rabu, 09 Mei 2012

KEKURANGAN BUKANLAH TEMBOK PENGHALANG

 Setiap orang pasti memiliki kekurangan. Sesempurna apapun seseorang, pasti ada satu atau dua kekurangan di dalam dirinya.  Lalu, kenapa kita begitu sering mengeluh karena kekurangan-kekurangan yang kita miliki? Kita sering merasa nggak pede, kehilangan semangat dalam hidup ini karena kekurangan-kekurangan itu.

Mungkin, kita perlu belajar pada seorang anak kecil yang bernama Harvey Phillips supaya kita bisa menerima kekurangan yang kita miliki dan tetap semangat menjalani hidup ini. Yuk, kita simak kisah Harvey Phillips berikut ini.

Harvey Phillips adalah seorang anak penderita meningitis atau radang selaput otak. Akibat penyakitnya tersebut, Harvey terpaksa kehilangan sebagian anggota badannya sejak kecil. Kedua kakinya bagian bawah, separuh lengan kanan dan semua jari lengan kirinya diamputasi. Jika melihatnya, maka akan timbul rasa iba kepadanya. Tetapi, justru anak yang sekarang berumur empat tahun itu tidak sedikit pun menampakkan kesedihan. Dia malah menyatakan keinginannya untuk belajar tari balet. Tentu saja ibunya melarangnya. Namun, kemauan yang keras dan semangat yang tinggi membuat orang-orang terdekatnya mengizinkan dia untuk belajar tari balet.

Seseorang berkata, “Dia ingin mencoba semua hal. Dia tidak memahami arti kata ‘tidak’.

Harvey belajar berlari, melompat dan berputar dengan setengah kakinya yang dibalut alat yang terbuat dari plastik. Melihat hal ini, Nyonya Phillips pun berkata, “Pada awalnya saya sangat khawatir bahwa dia tidak akan pernah memiliki kualitas kehidupan yang baik. Dia akan selalu tinggal di rumah dan bergantung sepenuhnya kepada saya. Tetapi, Harvey kemauannya kuat. Jika dia ingin melakukan sesuatu, dia akan lakukan itu. Saya bertekad memiliki sikap positif terhadapnya.”

Nicky Wright, guru tari balet Harvey terkejut melihat perkembangan anak ini. Dia bersaksi, “Saya pikir kami semua agak khawatir ketika melihat dia mulai belajar tari balet. Kami tahu ini akan menjadi sebuah tantangan. Tetapi, kami menemukan sebuah cara untuk membuat kelebihan dari tarian baletnya, yaitu dengan lebih banyak memainkan peranan leher dan kepalanya. Kami yakin dia setuju. Dia selalu tersenyum ketika harus mengatakan ‘oke’ untuk sesuatu hal.” Sekarang Harvey menjadi lebih mandiri.

Adalah baik kalau kita menyadari kekurangan kita. Tetapi, menjadi tidak baik kalau kita minder gara-gara kekurangan itu. Kita harus tetap semangat di dalam mengarungi kehidupan ini. Kita harus tetap bergairah ketika melakukan pekerjaan kita. Jadikan kekurangan kita sebagai cambuk untuk hidup lebih maju.

9 komentar:

Yunda Hamasah mengatakan...

Dengan menyadari kekurangan diri kita justru bisa membuatnya jadi kelebihan, cambuk untuk lebih maju. Setuju Mbak !!!

ibugembala mengatakan...

artikel yang tepat buat membuka hari ^^ ... semangat!

Ria Tumimomor mengatakan...

terima kasih utk postingan yg inspiratif ini :)

भीम Sofyan भीम mengatakan...

Sepakat Kak,,jadikan kekurangan itu sebagai cambuk untk diri sendiri, ngapain minder toh didunia ini gak ada yang sempurna

zachflazz mengatakan...

inspiratif niiy.. ("Dia tidak memahami arti kata ‘tidak’"... mengesankan itu.

Bung Penho mengatakan...

betul! buat apa minder, logis aza berfikir, Tuhan mnciptakan manusia itu tak'kan pernah sama tabiat,pola fikir,cara hidup,dll. artinya Kekurangan kita adalah kelebihan org lain dan sebaliknya!

RIAN Ra-kun mengatakan...

kekurangan itu tantangan :D

Lyliana Thia mengatakan...

Mbak Fany... Apa kbr? Maafkaaan baru mampir... Mbak, kisah yg inspiratif bgt ya... Gak minder dgn kekuranganya.. Justru ia lebih semangat lg menjalani hidup... :-)

Tfs mbak... Have a nice day... :-)

Sii Isni mengatakan...

Kekurangan bagi saya adalah alarm kehidupan untuk tetap ingat tujuan diciptakan didunia ini. :)