Setiap
orang pasti memiliki kekurangan. Sesempurna apapun seseorang, pasti ada satu
atau dua kekurangan di dalam dirinya.
Lalu, kenapa kita begitu sering mengeluh karena kekurangan-kekurangan
yang kita miliki? Kita sering merasa nggak pede, kehilangan semangat dalam
hidup ini karena kekurangan-kekurangan itu.
Mungkin,
kita perlu belajar pada seorang anak kecil yang bernama Harvey Phillips supaya
kita bisa menerima kekurangan yang kita miliki dan tetap semangat menjalani
hidup ini. Yuk, kita simak kisah Harvey Phillips berikut ini.
Harvey
Phillips adalah seorang anak penderita meningitis atau radang selaput otak.
Akibat penyakitnya tersebut, Harvey terpaksa kehilangan sebagian anggota badannya sejak
kecil. Kedua kakinya bagian bawah, separuh lengan kanan dan semua jari lengan
kirinya diamputasi. Jika melihatnya, maka akan timbul rasa iba kepadanya.
Tetapi, justru anak yang sekarang berumur empat tahun itu tidak sedikit pun
menampakkan kesedihan. Dia malah menyatakan keinginannya untuk belajar tari
balet. Tentu saja ibunya melarangnya. Namun, kemauan yang keras dan semangat
yang tinggi membuat orang-orang terdekatnya mengizinkan dia untuk belajar tari
balet.
Seseorang
berkata, “Dia ingin mencoba semua hal.
Dia tidak memahami arti kata ‘tidak’. “
Harvey belajar berlari, melompat dan berputar dengan
setengah kakinya yang dibalut alat yang terbuat dari plastik. Melihat hal ini,
Nyonya Phillips pun berkata, “Pada
awalnya saya sangat khawatir bahwa dia tidak akan pernah memiliki kualitas
kehidupan yang baik. Dia akan selalu tinggal di rumah dan bergantung sepenuhnya
kepada saya. Tetapi, Harvey kemauannya
kuat. Jika dia ingin melakukan sesuatu, dia akan lakukan itu. Saya bertekad
memiliki sikap positif terhadapnya.”
Nicky
Wright, guru tari balet Harvey
terkejut melihat perkembangan anak ini. Dia bersaksi, “Saya pikir kami semua agak khawatir ketika melihat dia mulai belajar
tari balet. Kami tahu ini akan menjadi sebuah tantangan. Tetapi, kami menemukan
sebuah cara untuk membuat kelebihan dari tarian baletnya, yaitu dengan lebih
banyak memainkan peranan leher dan kepalanya. Kami yakin dia setuju. Dia selalu
tersenyum ketika harus mengatakan ‘oke’ untuk sesuatu hal.” Sekarang Harvey
menjadi lebih mandiri.
Adalah
baik kalau kita menyadari kekurangan kita. Tetapi, menjadi tidak baik kalau
kita minder gara-gara kekurangan itu. Kita harus tetap semangat di dalam
mengarungi kehidupan ini. Kita harus tetap bergairah ketika melakukan pekerjaan
kita. Jadikan kekurangan kita sebagai cambuk untuk hidup lebih maju.
9 komentar:
Dengan menyadari kekurangan diri kita justru bisa membuatnya jadi kelebihan, cambuk untuk lebih maju. Setuju Mbak !!!
artikel yang tepat buat membuka hari ^^ ... semangat!
terima kasih utk postingan yg inspiratif ini :)
Sepakat Kak,,jadikan kekurangan itu sebagai cambuk untk diri sendiri, ngapain minder toh didunia ini gak ada yang sempurna
inspiratif niiy.. ("Dia tidak memahami arti kata ‘tidak’"... mengesankan itu.
betul! buat apa minder, logis aza berfikir, Tuhan mnciptakan manusia itu tak'kan pernah sama tabiat,pola fikir,cara hidup,dll. artinya Kekurangan kita adalah kelebihan org lain dan sebaliknya!
kekurangan itu tantangan :D
Mbak Fany... Apa kbr? Maafkaaan baru mampir... Mbak, kisah yg inspiratif bgt ya... Gak minder dgn kekuranganya.. Justru ia lebih semangat lg menjalani hidup... :-)
Tfs mbak... Have a nice day... :-)
Kekurangan bagi saya adalah alarm kehidupan untuk tetap ingat tujuan diciptakan didunia ini. :)
Poskan Komentar