Jumat, 27 April 2012

MAUKAH KITA MENJADI MUTIARA?


Keponakan saya sangat suka pada dongeng  “Si Katak dan Pangeran yang Tampan”. Dongeng ini  mengisahkan tentang seorang pangeran yang melakukan kesalahan, sehingga ia harus menerima kutuk. Kutuk tersebut akan berakhir, jika ia berjumpa dengan seorang putri yang dapat mencintainya, maka ia pun akan berubah kembali menjadi pangeran yang tampan.

Dongeng anak-anak ini menanamkan sebuah kebenaran bahwa kutuk akan menjadikan diri kita menjadi “si buruk rupa.” Hanya kasih sejati yang dapat membebaskan kita dari segala kutuk yang menjadi pangkal penyebab dari gersang dan tandusnya kehidupan kita.

Ketika saya - untuk ke sekian kalinya - menceritakan dongeng ini kepada keponakan saya, tiba-tiba saja saya teringat bahwa sesungguhnya ada  kasih setia Tuhan yang begitu besar sehingga sanggup untuk membawa kita dari kutuk kepada berkat, dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib, dari Neraka kepada Sorga, dari kematian kepada kehidupan.

Yang kita perlukan hanyalah memercayakan dan memberikan seluruh hidup kita ke dalan tangan kasih Tuhan, maka akan ada satu daya yang bekerja untuk mengubahkan hidup kita. Mengubahkan hidup kita yang sia-sia dan tak berarti menjadi indah, mulia, dan berharga, sehingga kehidupan kita dapat diumpamakan sebagai sebuah batu tak bernilai menjadi mutiara tak ternilai di tangan Tuhan.

Mungkin saat ini kita sedang berada dalam keadaan hidup yang berantakan, yang bergelimang dengan dosa, Percayalah, kasih setia Tuhan sanggup untuk mengubahkan kehidupan kita menjadi mutiara dan harta kesayanganNya.

Tuhan hanya meminta kita membuka hati bagi kasihNya dan membawa jalan kehidupan kita berpijak pada jejak-jejak kaki Tuhan. Masalahnya : Apakah kita mau atau tidak? Pilihan ada di tangan kita. Menolak dan mengabaikan kasih Tuhan yang ditawarkan pada kita, atau menerima dan hidup di dalam kasihNya.


6 komentar:

Cerita Tugu mengatakan...

Sungguh besar kasih Tuhan pada kita dan sebaiknya kita menerima kasih Tuhan itu dan barang siapa percaya kepadaNya akan beroleh hidup kekal

Bung Penho mengatakan...

I am the Way and the Truth and the Life. Amin!

Ibnu Mas'ud mengatakan...

Yang MahaOke telah memberikan semuanya pada kita:D

Dihas Enrico mengatakan...

kadang Tuhan mengasihi tanpa kita meminta dan kita kadang tidak menyadarinya...
:)

ivan kavalera mengatakan...

Tuhan Maha Jenius

fresh gress mengatakan...

Hidup penuh rahasia