Senin, 09 April 2012

BUTA ADALAH ANUGERAH


Beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah  artikel di Kompas tentang Stevie Wonder, penyanyi dari Amrik yang tunanetra tetapi memiliki suara semerdu bulu perindu. Dalam artikel itu, Stevie mengatakan bahwa buta adalah anugerah dan ketika ditanyakan mengapa kebutaannya menjadi anugerah,  dia 
menjawab : 

”Oh ya, ini anugerah dari Tuhan. Saya kira saya benar-benar mendapat berkah. Tuhan begitu baik dengan saya selama hidup,” 

Ia juga mengatakan, mungkin hidupnya hanya berlangsung sekejap seandainya ia terlahir dengan mata bisa melihat.
”Sejauh yang saya percaya, Tuhan pasti mempunyai rencana tersendiri sehingga saya buta. Menjadi buta membuat saya mempunyai kesempatan agar bisa berbagi dan memberi semangat kepada mereka yang tuli, buta, dan mereka yang terpinggirkan bahwa mereka berharga.”

Membaca jawaban Stevie, saya sampai tercengang. Wah, hebat betul.Tidak seperti orang cacat lainnya yang sering mengasihani diri sendiri bahkan menganggap cacat yang mereka alami adalah sebuah malapetaka dalam hidup, Stevie malah berpendapat bahwa kebutaannya memberikan dia kesempatan untuk berbagi dan memberi semangat kepada orang-orang yang tuli, buta dan yang terpinggirkan. Stevie sama sekali tidak menyesali kebutaannya.

Salut! Saya sungguh-sungguh kagum pada karakternya. Semakin kagum ketika saya tahu  dia ditunjuk sebagai Duta Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Perdamaian pada Desember 2009. 

Bahkan, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menilai, Stevie Wonder adalah seniman yang konsisten menggunakan suara dan lagunya untuk menciptakan dunia yang lebih baik. 

Lewat musik dia membela hak-hak asasi manusia serta mereka yang terpinggirkan. Ia terlibat aktif dalam konser-konser untuk menggalang dana bagi rakyat kelaparan di Etiopia, para korban AIDS, juga anak-anak dengan kebutuhan khusus di Amerika, termasuk Junior Blind of America.

Stevie yang buta tetapi sangat perhatian terhadap isu-isu sosial, sementara saya yang sehat walafiat dengan panca indera lengkap malah ongkang-ongkang kaki.  Saya sungguh tertampar. Karena  itu saya semakin bertekad melakukan something melalui toko buku online saya. Sesuatu yang kecil tetapi saya harap berguna bagi orang-orang yang membutuhkan.

Yah, selama ini hasil penjualan buku-buku bekas koleksi saya memang saya salurkan kepada anak-anak asuh yang tak pernah saya kenal. yaitu lewat program Orang tua Asuh Bethel   (OTA BETHEL) di gereja saya. Setiap anak membutuhkan Rp. 50.000,-. Jadi, kalau saya berhasil menjual buku seharga 
Rp. 100.000,- maka saya bisa menyumbang untuk dua orang anak. Besar kecilnya tidak tentu. Tergantung berapa banyak saya berhasil menjual buku-buku saya.

Ups, kok jadi cerita tentang hasil penjualan buku di TB online saya. Sebenarnya saya enggan cerita soal ini karena kesannya kok jadi pamer gitu. Tetapi, saya rasa perlu juga menjawab pertanyaan beberapa teman blogger mengenai KENAPA SANG CERPENIS MENDADAK BUKA TOKO BUKU ONLINE? KENAPA FANNY MAU MENJUAL KOLEKSI NOVELNYA DENGAN HARGA MIRING, PADAHAL KONDISI NOVEL MASIH BAGUS?

Well, memang dari segi laba, jelas rugi. Wong, saya belinya sekian rupiah, tapi dijual dengan harga murah. Kadang, muraaaah  banget.  Dan, karenanya saya nggak ngadain GA berhadiah novel koleksi saya lagi. Sebab, ada yang lebih membutuhkan novel-novel tersebut. Hi hi hi.....

Okey, forget about Fanny and her books.

Balik ke cerita mister Stevie. Saya baru tahu lho kalau lagu I just called to say I love you yang merupakan salah satu lagu fave saya ternyata bukan lagu cinta-cintaan  belaka.

Lagu itu sebenarnya memuat pesan universal akan nilai kemanusiaan. Itu adalah semacam ungkapan untuk saling menyapa, berbagi kasih yang, menurut Stevie, menjadi kunci perdamaian.

Stevie bilang : ”Saya menulis lagu itu terutama untuk mengatakan bahwa dalam menyatakan cinta, Anda tidak perlu menunggu Tahun Baru, Hari Valentine, hari ulang tahun, atau hari raya. Tak peduli hari apa, setiap hari katakan, cinta saya masih selalu di sana..."

Gubrak! Padahal selama ini saya meyakini lagu itu sebagai lagu cinta sepasang anak muda. Nggak tahunya, cinta terhadap sesama juga toh.  Wow! Stevie wonder emang keren abis. Nggak percuma, saya ngefans sama dia. Bagaimana dengan teman-teman? Apakah kalian penggemar Stevie Wonder juga?

JIKASEORANG BUTA BISA MENGATAKAN 'BUTA ADALAH ANUGERAH', KITA YANG MELEK SEHARUSNYA BISA MENGATAKAN 'TIDAK BUTA ADALAH ANUGERAH PANGKAT DUA', BAHKAN LEBIH DARI DUA...

13 komentar:

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

aku juga kagum sama stevie wonder walau aku tidak mengikuti musik dia
tapi kagum saja dengan keterbatasan yg dia punya namun mampu berkarya dan karyanya dinikmati orang diseluruh dunia :)

suci nabbila mengatakan...

kyaaa jadi naksir stevie nih (>.<)

Cahya Legawa mengatakan...

Kehidupan bisa memiliki sejumlah sisi, tergantung sisi mana kita ingin memandangnya :).

Mama Olive mengatakan...

Salut buat Stevie Wonder..
Berarti yang melek harus selalu bersyukur kuadrat ya Mba ..hehe..

Claude C Kenni mengatakan...

Wah renungan di pagi hari nih...thank you Fanny, iya, gua setuju...weakness is not a reason why you have to stop being kind

Bung Penho mengatakan...

ketika kita diberi nafas untuk hidup oleh Tuhan walaupun tidak sesempurna org lain, tapi yakinilah bahwa ada maksud dan jalan atas semuanya itu!.
nice artikel kawan!

Yunda Hamasah mengatakan...

Pelajaran berharga Mbak, tfs yaa...

outbound training malang mengatakan...

kunjungan sob ..
mau bagi-bagi kalimat motivasi sob ..
"ada kalanya cahaya dalam hidup kita padam namun di nyalakan kembali oleh seseorang.
setiap dari kita berutang terima kasih yang terdalam bagi mereka yang menyalakan kembali cahaya kita."
kunjungan balik ya sob .. :)

Tebak Ini Siapa mengatakan...

Aku suka banget I just called to say i love you sama my cherie amour :D

Indra Kusuma mengatakan...

Bila segala sesuatunya dapt mengambil dari sisi positif, pasti kita akan menemukan yang terbaik dalam kehidpan kita.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog

AuL Howler mengatakan...

wow.
kurang tau sih soal stevie wonder.
ini juga baru denger.

tapi bisa menginspirasi yaaa.

thanks for sharing kak fanny!
*brb googling*

Iman mengatakan...

tapi gue salut sama lu fan.. ga semua orang lho amu jadiin kolekinya sebagai hadiah GA... gue aja agak berat waktu ngelepasin koleksi gue buat dijadiin hadiah di GA gue waktu itu... hehehe...

salut

Cerita Tugu mengatakan...

berkat Tuhan selalu bertambah