Kamis, 01 Maret 2012

EKONOMIS BINTI ROMANTIS

Dea sedang jalan-jalan di mal bersama Bram, suaminya ketika Dea melihat sepasang suami isteri yang sangat mesra.

Dea mencolek pinggang Bram.

“Mas..lihat deh suami isteri yang sedang melihat-lihat toko elektronik  itu. Mesra ya? Suaminya selalu mengenggam isterinya dengan erat seolah-olah takut sang isteri terjatuh.”

Bram memandang ke arah yang ditunjuk isterinya.

“Oh, namanya juga suami isteri ya..pasti genggaman tangan dong.”

“Iya, memang harusnya begitu itu seorang suami sama isterinya. Mesra. Gak kayak mas Bram yang jarang menggenggam tanganku. Kalau jalan suka ninggalin aku di belakang.” Dea cemberut.

Bram tertawa geli melihat isterinya,

“Yeee...bilang aja kamu iri. Pengen digenggam juga. Sini..sini kugandeng deh tangannya.” Bram mengambil tangan kiri isterinya dan menggandengnya erat.

Dea menepis tangan suaminya. “Ih, kalau aku cemberut baru deh mau gandeng. Itu namanya gak tulus. Gak dari dasar hati yang terdalam.”

Bram tersenyum. Dilepaskannya tangan isterinya lalu berjalan menghampiri  pasangan suami isteri yang mesra itu.

“Ehem..maaf pak..saya mau tanya sesuatu nih.” Kata Bram kepada sang suami.

“Oh..mau tanya apa ya, pak?” Sang suami memandang Bram, heran.

“Bapak mesra amat sama isterinya. Isteri saya sampai iri tuh. Dia minta digenggam tangannya seperti bapak menggenggam tangan isteri bapak.” Bisik Bram di telinga si suami.

Mendengar pertanyaan itu, sang suami segera melepaskan tangan isterinya lalu berbisik di telinga Bram :

“Sebenarnya sih bukan mesra, pak. Tapi saya takut isteri saya nyelonong sendirian ke toko-toko yang ada di sini. Dan, kalau dia sudah jalan sendirian, bisa-bisa dia belanja ini itu yang bikin kantong saya bolong. Nah, daripada dia shopping gila-gilaan mendingan saya genggam tangannya dengan mesra biar saya bisa mengingatkannya setiap saat. He he he..”

Bram mengangguk-angguk. Tersenyum puas lalu mengucapkan terima kasih. Sambil masih tersenyum, Bram menghampiri Dea yang sedang melihat-lihat perhiasan di sebuah toko emas.

“Mulai sekarang, mas akan bersikap mesra kepadamu terutama kalau lagi di mal.” Ujar Bram kepada Dea sambil menggandeng tangan isterinya.

“Wah, mas mau niru bapak yang tadi itu ya? Ih, seneng deh!” Dea kegirangan sambil menggelendot manja di bahu suaminya.

“Iya dong....biar kamu nggak menghabiskan uangku.” Jawab Bram geli.

“Lho? Maksudnya apa?” Dea bingung.

“Ya, kalau mas selalu menggandeng tanganmu waktu kita di mal, kan setiap saat mas bisa narik tanganmu kalau kamu sudah kepingin belanja yang mahal-mahal. Ini namanya ekonomis binti romantis.”

“Huh! Dasar suami pelit!” Dea manyun.   

13 komentar:

Una mengatakan...

Hahaha, LOL.
Ternyata digandeng ada maksudnya ya...

fahrizal mengatakan...

Gandengan bervisi ekonomis! Ada udang dibalik batu ... hehehe

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

jadi para pria kalau menggandeng wanitanya modus nih hihihi

nicamperenique mengatakan...

hihihihi ...
berarti suamiku gak boleh baca ini, nanti ditirunya pulak
soale selama ini gak pernah digandeng klo pas lihat2 hihihii

choirul huda mengatakan...

wkwkwkwkwk.... buat pelajaran ne buat aku yang belum jadi suami

chartini mengatakan...

Permisi, cuman mau share aja nih. ada info lomba bikin artikel. Hadiahnya lumayan ada 2 buah printer laser jet dan voucher. Caranya tinggal like fanpage >> http://www.facebook.com/anugrahpratamacom. Dan ikuti Contest menulis artikelnya.
Terima kasih

ghost writer mengatakan...

bagus untuk ke duanya.LOL

obat herbal stroke mengatakan...

ahahahahaa, betul juga tuh gan, bisa romntis, bisa ngirit juga, hehehe

1mmanuel'Z-Note5 mengatakan...

romantis yang oportunis

hahhaha

Shine mengatakan...

ahahahahaha... ngakak aku mba... mba fanny bs z dech :D

MifhTir31 mengatakan...

capek dehh ternyata romantisnya berujung ekonomis wkwkwk tp sipp dehh luculucu :)

Lizzy mengatakan...

hahaha ketauaaan

Aku ngga mau digandeng ah kalau gini hehehe

zone mengatakan...

boleh juga dipraktekkan buat yang cowok2....
cowok juga kadang pusing dengan isteri yang over belanja...
:P