Rabu, 29 Februari 2012

CATATAN HARIAN NENEK

Diane C. Pearson berkisah, “Nenekku menyimpan catatan harian tentang apa yang dia alami semasa hidupnya. Aku menemukan tumpukan kertas-kertas catatan hariannya itu setelah dia meninggal dunia. Hal-hal yang terjadi setiap hari di catatnya di dalam lembaran-lembaran kertas itu. Salah satu hal yang cukup menyedihkan adalah catatan tentang kesendiriannya dan bagaimana dia menangis setiap hari karena hal itu.” Diane berhenti sejenak dan menarik nafas panjang. Kemudian dia melanjutkan kisahnya,

“Nenek menulis, ‘Suatu hari, Diane menelepon. Merupakan suatu hal yang ajaib bisa mendengar suaranya.” Setelah membaca bagian akhir dari buku harian neneknya ini, Diane sadar bahwa ternyata selama ini dia menjadi orang yang tidak memerhatikan kebutuhan neneknya. Dia adalah ibu muda yang sangat sibuk ketika neneknya menuliskan bagian tersebut. Padahal yang dibutuhkan neneknya sangat sederhana, yaitu mendengar suaranya.

“Tidak terpikirkan olehku bahwa nenek merasa sendirian. Aku tidak pernah bermimpi bahwa sesuatu yang sederhana seperti menelpon selama 10 menit akan sangat berarti bagi nenek. Aku malu terhadap diriku sendiri, sebab aku bisa menelepon yang lain sesering mungkin. Membaca tulisan nenek tersebut membuatku sadar bahwa menelepon, mengirim surat atau berkunjung dapat membuat perbedaan di dalam kehidupan seseorang.” jelas Diane dengan nada menyesal.

Sejak kejadian itu, Diane berusaha sebaik mungkin untuk memerhatikan keluarganya, terutama melalui telepon. Bahkan, dia berusaha untuk memerhatikan orang lain, terutama mereka yang merasa sendirian di hari-harinya.
         
Merasa kesendirian bukan perkara yang sederhana. Hal ini bisa berdampak besar di dalam kehidupan seseorang. Orang tersebut akan dihantui dengan pikiran bahwa orang lain tidak ada yang memperhatikannya. Dia akan dibayangi dengan perasaan bahwa dirinya tidak berharga. Tidak ada keceriaan yang memancar dari wajahnya. Hidupnya selalu dipenuhi dengan rasa pesimis. Parahnya, dia akan melakukan sesuatu yang merugikan, bisa merugikan diri sendiri atau orang lain.

Karena itu sebelum terlambat, segeralah beri perhatian kepada orang-orang terdekatmu. Entah melalui SMS, telpon, BBM atau berkunjung ke rumahnya.

Sumber : sebuah imel yang dikirim seorang sahabat

13 komentar:

Cerita Tugu mengatakan...

beri perhatian sama orang tua selagi ia masih hidup agar tdak menyesal dikemudian hari jika ia sudah meninggal

ghost writer mengatakan...

mekasih atas peringatan itu, mba

morning :)

blog kecil mengatakan...

mereka yg tua hargai karna kita jg kn mengalami.

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

aku merasa sendiri :'( hehehehe

AuL Howler mengatakan...

*datang dan tertegun*

:')

manusiahero mengatakan...

merasa sendir sama halnya dalam keterpurukan :)

Ayu Welirang mengatakan...

Miris juga. :( Saya jarang perhatikan orang-orang terdekat.. Pantes, waktu mudik, ibu saya seneng banget. T_T

@yankmira mengatakan...

pesan yang tersampaikan secara apik mba...makasih yaa sudah diingatkan :)

1mmanuel'Z-Note5 mengatakan...

#speechless

choirul huda mengatakan...

wah benar juga ya kadang adekku di rumah udah sms malah tak cuekin

hhmm... ntar tak sms duluan aja deh

jiah al jafara mengatakan...

tulisan kecil bisa membuka mata

Clara Canceriana mengatakan...

memang kita harus lebih peka pada sekitar kita :)

obat herbal nyeri haid mengatakan...

terkadang apa yang kita anggap sepele merupakan sesuatu yang sangat penting, untuk itu kita jangan menganggap sepele hal-hal yang kecil,, :)
sebuah pembelajaran baru, terimakasih sudah berbagi.