Keduanya
ternyata berdebat mengenai hitungan 2x4. Yang satu mengatakan hasilnya
8. Yang lain bilang 10. Sang hakim pun memberi vonis berupa hukuman
cambuk 10 kali kepada yang menjawab dengan benar. Tentu saja, si
terhukum kesal dan berteriak : " Pak Hakim, masa saya dihukum cambuk 10
kali? Jawaban saya kan yang benar."
Hakim menjawab : "Memang jawabanmu benar, tetapi kamu bodoh sekali. Kok, mau-maunya bertengkar sama orang yang lebih bodoh dari kamu?"
Dari
kisah di atas, mama saya ingin menjelaskan bahwa kita tidak perlu
berdebat untuk hal-hal yang tidak berguna. Karena jika kita berdebat
untuk hal-hal yang nggak berguna, maka kita telah membuang waktu dan
energi dengan percuma. Bahkan, tak jarang apa yang kita perdebatkan itu
sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai
perdebatan. Jadi, apa artinya berdebat nggak keruan?
Mengapa
kita tidak mengalah saja meskipun mungkin pendapat kita lebih benar
daripada pendapat orang lain? Mengalah toh bukan berarti kalah. Memang
diperlukan sikap rendah hati yang luar biasa untuk mau mengalah, tetapi
bukan berarti tidak bisa.
Cerita
hakim tersebut dan moral yang terkandung di dalamnya membuat saya
selalu ingat untuk tidak berdebat akan hal-hal yang tidak penting.
Apalagi, di dunia maya saat ini banyak sekali forum-forum debat seperti :
debat ateis, debat antar agama, dll. Beberapa kali saya mengikuti acara
debat mereka. Tetapi tidak aktif. Hanya memantau saja. Hasilnya
ternyata nol besar. Masing-masing tidak ada yang mau mengalah dan yang
diperdebatkan muter-muter saja. Bikin pusing kepala. Padahal, apa yang
diperdebatkan itu sama sekali nggak ada gunanya bagi para pendebat.
Hanya kepuasan batin saja bila berhasil mematahkan sanggahan lawan
debatnya. Setelah itu, apa? Nothing.
Tapi
sudahlah, itu urusan mereka. Setiap orang toh punya hak untuk berdebat
dan hak untuk diam. Dan, saya lebih memilih diam. Bahkan, ketika agama
yang saya anut diperdebatkan dan dijelek-jelekkan pun, saya nggak mau
ribut. Untuk apa? Semua agama pasti mengajarkan yang baik. Jadi, saya
suka heran saja melihat ada orang-orang yang saling menjelekkan agama
lainnya. Mengapa kita tidak berusaha menjadi manusia yang berguna dengan
melakukan sesuatu yang berguna seperti : menolong orang-orang susah,
membantu tetangga yang sakit, menyumbangkan uang untuk korban bencana
alam, dll? Bukankah itu jauh lebih baik daripada berkoar-koar
menjelekkan agama orang lain? Toh, semua manusia - apapun agamanya - tak
ada yang sempurna. Benar atau betul?
22 komentar:
Emang bener banget sih. Tapi kadang gengsi mengalahkan segalanya. Masa kita yang lebih pinter ngalh sama yang lebih bodoh? Kan nggak lucu. Akhirnya berdebat tentang hal-hal nggak penting. Salah satu ciri saya belum dewasa -,,,,-
Setuju sih mbak >.< tapi terkadang suka kesel juga jikamenghadapa seseorang yang sok soan, gak melihat sekitar dia yang lebih dulu atau lebih tahu.
Susah sich kalao disuruh mengalah ama orang yg salah. Suka geregeten gitu hehehe
filosofinya bener sih, tapi bener gak tuh mba kejadiannya. too good to be true deh. :P
setujuuu ^^ bakal jauh lebih keren kalo kita hanya tersenyum lalu 'menyindir ringan' tanpa melanjutkan perdebatan ga penting. hihihi.
begitulah jika tergerus oleh keAKUan yang membabi buta, dan memang mengendalikan diri itu lebih sulit sih daripada mengendalikan tali kekang kuda liat sekalipun :)
Fenomena debat gak penting inilah salah satu penyebab makin kisruhnya Indonesia
males memperdebatkan sesuatuuu yg ngga penting~
renungan yg berarti
setuju, emang kadang kita suka memperperdebatkan hal-hal yang tidak berguna. malah kadang bisa berujung berantem hanya karena perdebatan hal sepele.
penasaran, siapa nama hakim itu yah? kayaknya ni hakim terkenal deh di Tiongkok. Judge bao kah? #halah mulai ngaco huahahahah
setuju mbak. mengalah itu berarti berjiwa besar :)
itu yg sering saya kasih tahu ke pascal mbak, supaya dia mengelah kepada adiknya mengalah bukan berarti kalah
bukan. ini bukan ttg hakim Bao kok. hehee..
dulu saya juga kayak kamu. tapi dg bertambahnya umur jadi gak mau debat lagi. hehehe..
manusia diberi akal dan nafsu sehingga disaat akal tidak dipergunakan nafsu mengusai sehingga terjadi pertengkaran tidak fokus lagi,harus bisa mnegontrol diri sendiri dulu..:)
iya, perdebatan lebih sering menghasilkan rasa tidak ingin kalah daripada rasa ingin tahu akan kebenarannya sendiri :)
waaaa kangen mampir di sini :D
mengalah untuk menang, daripada berdebat mending baca cerita lucu, film kartun yang lucu kan jadi bisa ketawa-tawa
Biasanya orang yang mempertahankan diri dalam berdebat itu menunjukan kelemahannya Mba. jadi bila hal itu sudah kita ketahui rumusannya lebih baik mengalah saja. He...x9
Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
Benar tu sis..mana ada manusia yang sempurna di dunia ini? Kita menuding satu jari ke arah orang lain, tiga jari menuding semula ke arah kita....haiyaaaaaa...
judulnya menggunakan ungkapan yg sudah umum ya mbak hehehe tapi postingannya sarat makna, lope lope! #eh hehehe
kangen kamu juga h ehee
Poskan Komentar