Jumat, 20 Januari 2012

MENGALAH BUKAN BERARTI KALAH


Mama saya pernah bercerita tentang seorang hakim yang hidup di Tiongkok. Hakim ini sangat dihormati karena kejujuran dan ketegasannya. Suatu hari, datang dua orang menghadap sang hakim. Mereka baru saja bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya pun meminta keputusan sang hakim atas kasus mereka yang sebenarnya sangat simpel.

Keduanya ternyata berdebat mengenai hitungan 2x4. Yang satu mengatakan hasilnya 8. Yang lain bilang 10. Sang hakim pun memberi vonis berupa hukuman cambuk 10 kali kepada yang menjawab dengan benar. Tentu saja, si terhukum kesal dan berteriak : " Pak Hakim, masa saya dihukum cambuk 10 kali? Jawaban saya kan yang benar."

Hakim menjawab : "Memang jawabanmu benar, tetapi kamu bodoh sekali. Kok, mau-maunya bertengkar sama orang yang lebih bodoh dari kamu?"

Dari kisah di atas, mama saya ingin menjelaskan bahwa kita tidak perlu berdebat untuk hal-hal yang tidak berguna. Karena jika kita berdebat untuk hal-hal yang nggak berguna, maka kita telah membuang waktu dan energi dengan percuma. Bahkan, tak jarang apa yang kita perdebatkan itu sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Jadi, apa artinya berdebat nggak keruan?

Mengapa kita tidak mengalah saja meskipun mungkin pendapat kita lebih benar daripada pendapat orang lain?  Mengalah toh bukan berarti kalah.  Memang diperlukan sikap rendah hati yang luar biasa untuk mau mengalah, tetapi bukan berarti tidak bisa.

Cerita hakim tersebut dan moral yang terkandung di dalamnya membuat saya selalu ingat untuk tidak berdebat akan hal-hal yang tidak penting. Apalagi, di dunia maya saat ini banyak sekali forum-forum debat seperti : debat ateis, debat antar agama, dll. Beberapa kali saya mengikuti acara debat mereka. Tetapi tidak aktif. Hanya memantau saja. Hasilnya ternyata nol besar. Masing-masing tidak ada yang mau mengalah dan yang diperdebatkan muter-muter saja. Bikin pusing kepala. Padahal, apa yang diperdebatkan itu sama sekali nggak ada gunanya bagi para pendebat. Hanya kepuasan batin saja bila berhasil mematahkan sanggahan lawan debatnya. Setelah itu, apa? Nothing.

Tapi sudahlah, itu urusan mereka. Setiap orang toh punya hak untuk berdebat dan hak untuk diam. Dan, saya lebih memilih diam. Bahkan, ketika agama yang saya anut diperdebatkan dan dijelek-jelekkan pun, saya nggak mau ribut. Untuk apa? Semua agama pasti mengajarkan yang baik. Jadi, saya suka heran saja melihat ada orang-orang yang saling menjelekkan agama lainnya. Mengapa kita tidak berusaha menjadi manusia yang berguna dengan melakukan sesuatu yang berguna seperti : menolong orang-orang susah, membantu tetangga yang sakit, menyumbangkan uang untuk korban bencana alam, dll? Bukankah itu jauh lebih baik daripada berkoar-koar menjelekkan agama orang lain? Toh, semua manusia - apapun agamanya - tak ada yang sempurna. Benar atau betul?

22 komentar:

[L]ain mengatakan...

Emang bener banget sih. Tapi kadang gengsi mengalahkan segalanya. Masa kita yang lebih pinter ngalh sama yang lebih bodoh? Kan nggak lucu. Akhirnya berdebat tentang hal-hal nggak penting. Salah satu ciri saya belum dewasa -,,,,-

Asep Saepurohman mengatakan...

Setuju sih mbak >.< tapi terkadang suka kesel juga jikamenghadapa seseorang yang sok soan, gak melihat sekitar dia yang lebih dulu atau lebih tahu.

Tarry KittyHolic mengatakan...

Susah sich kalao disuruh mengalah ama orang yg salah. Suka geregeten gitu hehehe

1mmanuel'Z-Note5 mengatakan...

filosofinya bener sih, tapi bener gak tuh mba kejadiannya. too good to be true deh. :P

suci nabbila mengatakan...

setujuuu ^^ bakal jauh lebih keren kalo kita hanya tersenyum lalu 'menyindir ringan' tanpa melanjutkan perdebatan ga penting. hihihi.

nicamperenique mengatakan...

begitulah jika tergerus oleh keAKUan yang membabi buta, dan memang mengendalikan diri itu lebih sulit sih daripada mengendalikan tali kekang kuda liat sekalipun :)

Penikmat Buku mengatakan...

Fenomena debat gak penting inilah salah satu penyebab makin kisruhnya Indonesia

jiah al jafara mengatakan...

males memperdebatkan sesuatuuu yg ngga penting~

uli mengatakan...

renungan yg berarti

Ellious Grinsant mengatakan...

setuju, emang kadang kita suka memperperdebatkan hal-hal yang tidak berguna. malah kadang bisa berujung berantem hanya karena perdebatan hal sepele.

Kevin Yo mengatakan...

penasaran, siapa nama hakim itu yah? kayaknya ni hakim terkenal deh di Tiongkok. Judge bao kah? #halah mulai ngaco huahahahah

Ra-kun lari-laRIAN mengatakan...

setuju mbak. mengalah itu berarti berjiwa besar :)

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

itu yg sering saya kasih tahu ke pascal mbak, supaya dia mengelah kepada adiknya mengalah bukan berarti kalah

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

bukan. ini bukan ttg hakim Bao kok. hehee..

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

dulu saya juga kayak kamu. tapi dg bertambahnya umur jadi gak mau debat lagi. hehehe..

al kahfi mengatakan...

manusia diberi akal dan nafsu sehingga disaat akal tidak dipergunakan nafsu mengusai sehingga terjadi pertengkaran tidak fokus lagi,harus bisa mnegontrol diri sendiri dulu..:)

Miss 'U mengatakan...

iya, perdebatan lebih sering menghasilkan rasa tidak ingin kalah daripada rasa ingin tahu akan kebenarannya sendiri :)

waaaa kangen mampir di sini :D

Cerita Tugu mengatakan...

mengalah untuk menang, daripada berdebat mending baca cerita lucu, film kartun yang lucu kan jadi bisa ketawa-tawa

Indra Kusuma mengatakan...

Biasanya orang yang mempertahankan diri dalam berdebat itu menunjukan kelemahannya Mba. jadi bila hal itu sudah kita ketahui rumusannya lebih baik mengalah saja. He...x9

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog

HoneyBUZZin mengatakan...

Benar tu sis..mana ada manusia yang sempurna di dunia ini? Kita menuding satu jari ke arah orang lain, tiga jari menuding semula ke arah kita....haiyaaaaaa...

BasithKA mengatakan...

judulnya menggunakan ungkapan yg sudah umum ya mbak hehehe tapi postingannya sarat makna, lope lope! #eh hehehe

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

kangen kamu juga h ehee