Seorang perempuan muda bertubuh besar, Gusni namanya. Berat tubuhnya yang diatas berat tubuh wanita normal membuat dia berbeda dari kakaknya, orang tuanya, bahkan dari kebanyakan orang. Semula, Gusni berpikir, dia hanya seorang perempuan gendut biasa. Hingga suatu hari, orang tuanya mengatakan kenyataan yang pahit bahwa umurnya tidak akan lama lagi. Bahwa tubuhnya tidak akan pernah berkurang beratnya. Yang ada malah terus bertambah. Bahkan, meskipun Gusni melakukan olahraga berat, berat tubuhnya akan tetap. Kelainan seperti ini membuat usianya tidak akan panjang. Dokter langganan keluarga mengatakan bahwa Gusni hanya akan mencapai usia 25 tahun.
Gusni shock dan sedih tetapi ia memutuskan untuk tidak menyerah. Ia malah bertekad untuk bermain bulutangkis karena ia ingin hidupnya yang singkat memberi arti bagi banyak orang. Menjadi pemain bulutangkis memang cita-citanya sejak kecil. Gusni ingin seperti kakaknya, Gita yang telah menjadi pemain bulutangkis nasional. Maka, dimulailah hari-harinya yang sibuk. Ia berlatih dan terus berlatih. Meski berat tubuhnya tak jua berkurang dan kondisi kesehatannya bisa ambruk sewaktu-waktu.
Kegigihannya membuahkan hasil. Gusni terpilih menjadi pemain bulutangkis yang akan bertanding di ajang Khatulistiwa Terbuka. Di ajang bergengsi ini, dia dan kakaknya, Gita bahu membahu membawa harum nama Indonesia. Mereka berjuang. Mereka tak kenal kata menyerah. Mereka menang. Mereka berhasil. Mereka menjadikan Indonesia juara.
Penulis : Donny Dhirgantoro
Jumlah halaman : 417 halaman
Penerbit : Grasindo
Terbit : Juli 2011, cetakan ke 2.
Opini saya :
Novel ini sungguh keren. Sepuluh jempol buat penulisnya. Ada humor, ada tangis, ada perjuangan, ada tawa, ada merah putih di novel ini. Membuat saya semakin mengerti arti perjuangan yang sesungguhnya.
Bagi saya, novel ini jauh lebih bagus daripada 5 cm. Saat membacanya, saya sampai tak ingin melepaskannya lagi. Dari awal kata sampai akhir. Tidak heran, novel ini menjadi best seller. Walaupun begitu, deskripsi mengenai permainan bulutangkis membuat saya sering melewati bagian tersebut. Soalnya, jadi seperti mendengarkan berita pertandingan bulutangkis. Hi hi hi...

18 komentar:
makanya langsung saya booking :)
menurut saya dhony lebih matang pas nulisin novel ini dibanding 5 cm
Hihi.. aku juga suka melewatkan bagian si komentator pertandingan bulu tangkis Mbak.
dan novel ini sukses bikin mataku bengkak!!! Hhaha :D
Gua 5cm nya aja belom beres bacanya...haha...kapan2 deh beli yg ini
perjuangannya tidak sia-sia ya
hmmm... memang novel nya donny dhirgantoro keren2 ya sis,,,hehehe
hix hix, dhe belum baca buku ini fan.. jadi penasaran, pinjem dong.. :D
oya, happy b'day ya dear.. semoga kedepannya jauh lbh baik.. ^_^
wah wah ... judulnya singkat begitu
mbaca resensinya jadi pengen beli, udahada di toko buku mba Fanny blom? :D
udha dibeli sama Yoga gaphe. hehee..
thanks ya, non
iya saya pernah baca 5cm dan ga ngerti letak bagusnya di mana. mungkin masalah selera? maklum selera saya sering aneh... *gigit lemari*
hah? waduh, ini novel keren begini. Tapi ya selera orang emang beda sih. hehee..
jadi kepingin bacaaaa :-3 ada ga ya di perpustakaan heheheehe <--mahasiswi hemat
aku lebih suka yang 5 cm nya mas Donny, mau di filmkan tuh..nda sabar pengen nonton...kalo yang di 2 ini cenderung nda masuk akal ya, tapi tetep sarat motivasi...jempol dah buat mas donny^^
Udah baca. Tapi kalo aku lebih suka buku pertamanya, yang 5cm. tapi ini juga bagus kok. yang bikin bingung itu catatan di halaman terakhirnya, beneran kisah nyata apa nggak sih. haha.
Kunjungan bilateral...
cuma mau ucapin met ultah aja deh mbak...
wah makasih lho mbak resensinya. saya masih menimbang2 apakah akan membeli buku ini atau tidak. takutnya kalau tidak seperti 5 cm :D
amazing book...
5cm n 2 sama2 hebat dan keren...masing2 bukunya memiliki cerita yang berbeda ^^
pengen baca karangan bang dhonny selanjutx aku mbk.
dan pastinya menunggu film 5cm
wuuaaahh yg ini pasti seru juga, yg 5cm aja bikin aku nangis, merinding, terharu, macem2 perasaan deh.
Poskan Komentar