Kamis, 08 Desember 2011

SUDAH TEPATKAH SASARANMU?


Ada ungkapan “Real power doesn’t hit hard, but straight to the point.” Artinya, kekuatan yang sesungguhnya tidak memukul dengan keras, tetapi tepat sasaran. Contohnya, Chris John adalah petinju yang tidak mempunyai pukulan keras, tapi dia bisa mempertahankan gelar sebanyak 13 kali Tiga belas petinju itu dikalahkannya dengan angka. Itu artinya banyak pukulan Chris John yang tepat sasaran.

Tepat sasaran ini tidak hanya ada di bidang olahraga, khususnya tinju, tetapi juga  dalam semua aspek kehidupan.  Di dunia kerja, dalam keluarga, dalam masyarakat tidak boleh sampai salah sasaran.  Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kita bisa ‘tepat pada sasaran’ yaitu :  
    
Melatih tubuh.

Ini berarti  masalah melatih keterampilan dan menjaga stamina. Tidak ada seorang pun yang langsung menjadi ahli di bidangnya. Seorang petinju akan melatih pukulan-pukulannya; seorang pemanah akan terus berlatih memanah; seorang pesepakbola akan melatih tendangannya, secara khusus tendangan penalti.

Di dalam pekerjaan, seorang penulis tidak langsung bisa menelurkan  karya tulisan yang berbobot, dia harus melatih dirinya dengan mengembangkan gaya bahasa dan gaya tulisannya. Seorang koki akan terus melatih kemampuannya meracik bumbu dan menciptakan resep-resep baru. Bahkan seorang operator telepon pun juga harus terus melatih dirinya bagaimana menerima telepon dengan baik.

Dengan latihan, mau tidak mau tubuh seseorang atau kemampuan serta keterampilan seseorang bisa terjaga, tidak merosot. Bahkan, ketika seseorang sudah terlatih di bidangnya, maka dia akan menghasikan sebuah karya yang baik dan dapat dinikmati oleh orang lain.
    
Menguasai tubuh
 
Ini  berbicara mengenai menguasai nafsu daging, termasuk emosi. Seorang petinju yang tidak menguasai dirinya akan mudah dikalahkan lawan. Contohnya, Mike Tyson yang saat itu begitu perkasa, tetapi tidak berdaya menghadapi Evander Holyfield.

Keinginan daging bisa merusak segala rencana yang sudah tersusun rapi dan persiapan yang sudah dijalankan pun menjadi berantakan. Karena emosi yang tak terkendali, seorang  operator telepon bisa menghentikan pelanggan. Karena marah dan dendam, tulisan seseorang atau khotbah seseorang hanya ditujukan kepada orang tertentu dan bukan untuk konsumsi umum. Itu namanya tidak tepat sasaran dan itu merugikan.

Masalahnya sekarang : Maukah kita melatih tubuh dan menguasai tubuh? Huff! Saya juga lagi mencobanya walau tidak mudah. Bagaimana dengan teman-teman?
   

19 komentar:

armae mengatakan...

sepertinya mbak Fanny ini penggemar tinju ya, sampe tau ceritanya chris john dan mike tyson :)

oia, kenapa di namai nafsu daging? apa hubungannya daging dan emosi??

jiah al jafara mengatakan...

nice mb' fanny ^^
semua butuh proses dan kita harus tetap berlatih....

1mmanuel'Z-Note5 mengatakan...

semua butuh proses, akhi.... :)

Shine mengatakan...

Aku pun begitu mba, sedang melatih dan berlatih, soalnya ya tidak percaya dengan bakat karena kan pengaruhnya memang hanya 1% doank katanya ya, ckckck :D

nice post mba :)
Jadi semangaaaaat!!! :D

Vicky Laurentina mengatakan...

Saya akan berhenti mengomeli Pemerintah via blog dan mengirim omelannya langsung ke mentrinya aja. Eh, alamat rumah mentrinya di mana ya?

zasachi mengatakan...

yup.. terus..terus..dan terus latihan utk jd profesional dibidang yg dtekuni. hmm.. aq udh lama gak nulis2 :-(

@yankmira mengatakan...

itu dia mba... aku masih terlalu lemah dikalahkan tubuh nih, hati semangat, eh tubuhnya lebih banyak malesnya, ckckckc

Umy Diary mengatakan...

mengena sekali ceritanya mbak,,,

ketty husnia mengatakan...

tepat sekali! menahan nafsu daging tak semudah menahan nafsu emosi..
nice post mbak Fanny :)

Sarah mengatakan...

mungkin istilahnya sama dengan "kalo mau ngomong disaring dulu" maksudnya biar kata2 yg dikeluarkan ga cuma tanpa makna, tapi ada manfaatnya. gitu kali ya :D

alaika abdullah mengatakan...

inginnya sih begitu mba.... mau banget malah... sedang mencoba dan bener2 butuh proses yaa?

puteriamirillis mengatakan...

sedang berusaha berlatih dan terus berlatih untuk bisa menulis dg asyik, any tips? *aku malahan balik nanya.

mundo_idiot mengatakan...

sangat Inspiratif Posting sobat , Thank You banyak, ...

budayangeblog mengatakan...

nice tips mbak..

Ririe Khayan mengatakan...

Jd tambah semangat baca kalimat yg ini Mbak "seorang penulis tidak langsung bisa menelurkan karya tulisan yang berbobot, dia harus melatih dirinya dengan mengembangkan gaya bahasa dan gaya tulisannya."

Ria Tumimomor mengatakan...

thanks for sharing ya :) Mungkinkah bisa mencobanya? hmmmm

Ejawantah's Blog mengatakan...

Ok Mba. Mari kita coba bersama untuk melatih hal yang positif ini.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog

Untje van Wiebs mengatakan...

Nice post mbak... hihi~

zone mengatakan...

nice post mbak....
semoga saya bisa....
mulai belajar yuuuk...
:)