Ada ungkapan “Real power doesn’t hit hard, but straight
to the point.” Artinya, kekuatan yang sesungguhnya tidak memukul dengan
keras, tetapi tepat sasaran. Contohnya, Chris John adalah petinju yang tidak
mempunyai pukulan keras, tapi dia bisa mempertahankan gelar sebanyak 13 kali
Tiga belas petinju itu dikalahkannya dengan angka. Itu artinya banyak pukulan
Chris John yang tepat sasaran.
Tepat sasaran ini tidak hanya ada di bidang olahraga,
khususnya tinju, tetapi juga dalam semua
aspek kehidupan. Di dunia kerja, dalam
keluarga, dalam masyarakat tidak boleh sampai salah sasaran. Ada
beberapa hal yang harus diperhatikan agar kita bisa ‘tepat pada sasaran’ yaitu
:
Melatih tubuh.
Ini berarti masalah
melatih keterampilan dan menjaga stamina. Tidak ada seorang pun yang langsung
menjadi ahli di bidangnya. Seorang petinju akan melatih pukulan-pukulannya;
seorang pemanah akan terus berlatih memanah; seorang pesepakbola akan melatih
tendangannya, secara khusus tendangan penalti.
Di dalam pekerjaan, seorang penulis tidak langsung bisa
menelurkan karya tulisan yang berbobot,
dia harus melatih dirinya dengan mengembangkan gaya
bahasa dan gaya tulisannya. Seorang
koki akan terus melatih kemampuannya meracik bumbu dan menciptakan resep-resep
baru. Bahkan seorang operator telepon pun juga harus terus melatih dirinya
bagaimana menerima telepon dengan baik.
Dengan latihan, mau tidak mau tubuh seseorang atau kemampuan
serta keterampilan seseorang bisa terjaga, tidak merosot. Bahkan, ketika
seseorang sudah terlatih di bidangnya, maka dia akan menghasikan sebuah karya
yang baik dan dapat dinikmati oleh orang lain.
Menguasai tubuh
Ini berbicara mengenai
menguasai nafsu daging, termasuk emosi. Seorang petinju yang tidak menguasai
dirinya akan mudah dikalahkan lawan. Contohnya, Mike Tyson yang saat itu begitu
perkasa, tetapi tidak berdaya menghadapi Evander Holyfield.
Keinginan daging bisa merusak segala rencana yang sudah
tersusun rapi dan persiapan yang sudah dijalankan pun menjadi berantakan.
Karena emosi yang tak terkendali, seorang
operator telepon bisa menghentikan pelanggan. Karena marah dan dendam,
tulisan seseorang atau khotbah seseorang hanya ditujukan kepada orang tertentu
dan bukan untuk konsumsi umum. Itu namanya tidak tepat sasaran dan itu
merugikan.
Masalahnya sekarang : Maukah kita melatih tubuh dan
menguasai tubuh? Huff! Saya juga lagi mencobanya walau tidak mudah. Bagaimana
dengan teman-teman?
19 komentar:
sepertinya mbak Fanny ini penggemar tinju ya, sampe tau ceritanya chris john dan mike tyson :)
oia, kenapa di namai nafsu daging? apa hubungannya daging dan emosi??
nice mb' fanny ^^
semua butuh proses dan kita harus tetap berlatih....
semua butuh proses, akhi.... :)
Aku pun begitu mba, sedang melatih dan berlatih, soalnya ya tidak percaya dengan bakat karena kan pengaruhnya memang hanya 1% doank katanya ya, ckckck :D
nice post mba :)
Jadi semangaaaaat!!! :D
Saya akan berhenti mengomeli Pemerintah via blog dan mengirim omelannya langsung ke mentrinya aja. Eh, alamat rumah mentrinya di mana ya?
yup.. terus..terus..dan terus latihan utk jd profesional dibidang yg dtekuni. hmm.. aq udh lama gak nulis2 :-(
itu dia mba... aku masih terlalu lemah dikalahkan tubuh nih, hati semangat, eh tubuhnya lebih banyak malesnya, ckckckc
mengena sekali ceritanya mbak,,,
tepat sekali! menahan nafsu daging tak semudah menahan nafsu emosi..
nice post mbak Fanny :)
mungkin istilahnya sama dengan "kalo mau ngomong disaring dulu" maksudnya biar kata2 yg dikeluarkan ga cuma tanpa makna, tapi ada manfaatnya. gitu kali ya :D
inginnya sih begitu mba.... mau banget malah... sedang mencoba dan bener2 butuh proses yaa?
sedang berusaha berlatih dan terus berlatih untuk bisa menulis dg asyik, any tips? *aku malahan balik nanya.
sangat Inspiratif Posting sobat , Thank You banyak, ...
nice tips mbak..
Jd tambah semangat baca kalimat yg ini Mbak "seorang penulis tidak langsung bisa menelurkan karya tulisan yang berbobot, dia harus melatih dirinya dengan mengembangkan gaya bahasa dan gaya tulisannya."
thanks for sharing ya :) Mungkinkah bisa mencobanya? hmmmm
Ok Mba. Mari kita coba bersama untuk melatih hal yang positif ini.
Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
Nice post mbak... hihi~
nice post mbak....
semoga saya bisa....
mulai belajar yuuuk...
:)
Poskan Komentar