Minggu, 02 Oktober 2011

BATIKKAN HARIMU DENGAN BERPIYAMA BATIK

Saya suka batik, tetapi tidak punya baju batik untuk bepergian. Padahal, ingin juga memiliki blus berbahan batik, tetapi sampai hari ini saya belum juga menemukan blus batik yang sesuai selera saya dan bentuk tubuh saya tentunya. Entah mengapa, blus-blus batik yang dijual di toko-toko modelnya selalu feminim. Entah itu lengannya berbentuk balon, tanpa lengan atau...sayap kupu-kupu. Kalau toh ada yang berlengan panjang, model bagian depannya tidak cocok untuk tubuh saya yang berdada kerempeng ini. Begitu ada yang modelnya pas di hati eh...ketika dicoba di fitting room, kok, kegedean ya? Atau.....ada juga yang terlalu ngepas di badan sehingga kesannya sesak. Tak jarang, ada yang kepanjangan blusnya. Tubuh mungil saya jadi bagai tenggelam.

Saya memang pemilih kalau beli baju. Kalau belum dicoba di kamar pas dan melihat seperti apa tampilan saya saat memakai baju itu, saya pasti tidak akan berani beli. Dan, kalau belum benar-benar cocok untuk tubuh saya yang bentuknya tidak proporsional maka saya tidak akan rela membuang uang untuk membelinya. Pokoknya, harus benar-benar oke di badan saya dan harganya juga sesuai budget. Cerewet ya?

Alhasil, saya cuma berani pakai piyama batik. Kalau piyama, ukurannya standard. Kalau toh kelonggaran, tidak masalah. Malah lebih enak longgar. Wong, cuma dipakai di rumah saja, jadi tidak usah dipusingkan kalau jatuhnya di badan tidak enak dipandang. He he he...Yang lihat kan cuma orang-orang rumah saja.

Tetapi, saya tetap menyimpan keinginan untuk memiliki baju batik yang bisa dipakai buat bepergian, misalnya : ketemu klien atau sekedar hang out dengan sang pangeran. Saya masih mencari dan mencari baju batik yang cocok untuk ukuran tubuh saya. Setiap kali ke mal, saya suka mampir ke toko yang menjual baju-baju batik dan beberapa kali mencobanya di kamar pas. Meskipun belum ketemu yang cocok. Saya yakin suatu hari nanti pasti akan memiliki baju batik yang cantik. Bukankah kalau jodoh tidak akan lari kemana-mana? Hi hi hi....

Untuk sementara, saya harus puas dengan koleksi piyama batik saya. Mau lihat seperti apa modelnya? Yuk, intip yang satu ini.

PIYAMA BATIK INI DIBELIKAN ADIK SAYA DI MANGGA DUA PADA TAHUN 2001. YANG MEMILIH, MANTAN PACARNYA. BAHANNYA ADEM DAN AWET. SEAWET HUBUNGAN ADIK SAYA DENGAN SANG MANTAN YANG KINI SUDAH MEMBERINYA DUA ORANG ANAK. MESKI SUDAH KIAN MENIPIS TETAPI BELUM ROBEK SEDIKITPUN. MAMA SAYA JUGA DIBELIKAN SATU DENGAN MODEL SAMA TAPI BEDA WARNA.


SAYA BELI PIYAMA BATIK INI WAKTU KE YOGYA TAHUN 2002. MASIH SAYA PAKAI LHO WALAU DI BAGIAN BAHU ADA ROBEK SEDIKIT. MAKIN ROBEK, MAKIN ADEM. Xi xi xi...



PIYAMA BATIK INI ADA BLUSNYA TAPI SUDAH DISUMBANGKAN. KARENA JATUHNYA DI BADAN KURANG NYAMAN. TAPI CELANANYA ENAK DIPAKAI. LONGGAR KOMPYANG. DIBELI TAHUN 2005 DI SEBUAH FO DI LEMBANG.


PIYAMA BATIK INI SAYA BELI DI SUNTER MALL TAHUN 2008. CELANANYA JUGA ADA, TAPI DIMINTA SAMA MAMA SAYA. KATA MAMA, ADEM NIH BAHANNYA.



SAYA BELI PIYAMA INI DI MAL ARTHA GADING TAHUN 2010. WAKTU SAKIT CACAR AIR, SAYA SERING PAKAI PIYAMA INI. NYAMAN BANGET. BAHANNYA YANG LEMBUT MEMBUAT KULIT YANG ADA CACARNYA TIDAK TERASA SAKIT SAAT BERSENTUHAN DENGANNYA. TAPI MOTIFNYA SEPERTI BUKAN BATIK YA? PADAHAL, WAKTU BELI, PENJUALNYA BILANG INI BATIK PRODUKSI KENCONO WUNGU DI SOLO. EMANG ADA YA NAMA PABRIK KENCONO WUNGU DI SOLO?


Sebenarnya mau foto pake piyama batik tapi...belum ada waktunya nih. Jadi, yang saya foto piyamanya saja deh. Yang pasti semua piyama itu benar-benar milik saya dan hanya saya pakai di saat hari sedang sangat panas. Mengapa? Karena saya tidak rela piyama batik koleksi saya cepat bule. Jadi, pakainya mesti diirit-irit. He he he...

MARI BATIKKAN HARIMU DENGAN BERPIYAMA BATIK!
BATIKKU PANCEN OYE!

Note : Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Batikkan Harimu yang diselenggarakan Nia, Puteri dan Orin

24 komentar:

anazkia mengatakan...

Banyak juga koleksi baju bati Mbak Fanny. Saya cuma punya satu helai, Mbak :(

Tarry KittyHolic mengatakan...

Waah mbak fanny koleksinya bnyk jg ya.
Kalo ga ada yg pas bl mentahnya aja mbak biar dijahit sesuai selera hehe

arr rian mengatakan...

Koleksi batik memang menyenangkan,,,,
saya memakainya kalo ke kampus.
saya biasanya mengecilkan baju yang sudah dibeli. gimana lagi, kalau beli tidak ada yang pernah pas.. :(

hilsya mengatakan...

kalo jahit sendiri, gimana?

ketty husnia mengatakan...

mbak Fanny,..bagi2 donk piyamanya..hehehe
saya juga suka daster beromtif batik meski sudah robek di beberapa bagian :)
habis..nyaman sih buat di rumah

Elly Suryani mengatakan...

Hoho, iya ya hari batik. Saya selalu suka batik. Cuma underwear aja yang belum saya batikkan, hehehehe

Lyliana Thia mengatakan...

aku juga banyak daster batik mbak Fanny... tapi ya gitu deh udah pada bule... hehehe...

tapi piyama model punya mbak fanny kayaknya asik adem nih.. jd pengen.. hehe...

al kahfi mengatakan...

smoga kontes nya di mennangkan ya mbak fanny

dey mengatakan...

sy malah gak punya piyama/daster batik mbak, hehehe ...

zone mengatakan...

ni kayaknya malah jadi perpaduan dua budaya,,,,
namanya akulturasi (benerkah?)...
batik dan piyama....
:)

.:diah:. mengatakan...

heheh batik itu emang keren, bisa dipake kapan dan dimana saja, gak mesti harus utk jalan atau acara formil, di rumah pun kita bisa berbatik ria ;)

Annesya mengatakan...

ini cerita batikku mana cerita batikmu? halah...

kayaknya bakal menang deh tulisan ini. selamat yaaa... --> kasih selamat sblm pengumuman :v

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

@hilsya :repot jahit sendiri. paling malas ke tukang jahit. bolak balik soalnya. hi hihi..

@annesya : wah gak pede. yg lain pada bagus2.

Pakde Cholik mengatakan...

Batik itu mirip lagu dangdhut atau nasi goreng
Dinikmati pagi gayeng, dipakai siang hari enak, disantap malam hari juga syuuuur
Jadikan batik bagian dari gaya hidup anda
Semoga berjaya dalam kontes ini bersama saya
Salam hangat dari Surabaya

nurlailazahra mengatakan...

robek jadi makin semriwing ya mbak, hehehe. sukses ya ngontesnya

Mechta mengatakan...

kalau aku lebih suka daster dibanding piyama, hehe... oya, beli bahan batik saja mbak, trus dijahitkan jadi model & ukuran bisa dibuat pas kan :)

saryadinilan mengatakan...

ikut kontes juga yah?sama kalu gitu.love,peace and gaul.

IbuDini mengatakan...

Fan...meskipun kita belum pernah ketemu tapi saya sudah terbayang seperti apa tampilan fanny sehari-hari.

Jadi penasaran kalau fanny pakai rok apalagi batik pergi kekantor.
Ditunggu fan....fotonya, tambah manis atau lucu.

Tapi sepertinya terlihat lucu dan menjadi manis sekali.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

@ibu Dini : hehee...lucu kali. bukan manis.

Nia mengatakan...

Mbak Fanny terimakasih atas partisipasinya yachhh...wah piyama batiknya banyak juga yachh...udah gitu awet banget.....aku suka motif piyama yg beli di jogja...

Orin mengatakan...

Kalo aku bukan piyama sih mba, kebanyakan daster hihihihi...

Tapi jd kepengen, hunting piyama batik ah

Yunda Hamasah mengatakan...

Iya kalu aku sama kayak Orin, adanya daster batik, hehe...

Cyber Katrox mengatakan...

Kita harus bangga mengenakan batik, dengan begitu kita sudah ikut melestarikan budaya bangsa Indonesia.

puteriamirillis mengatakan...

kalo gitu beli kain batik dan jahit sendiri mbak, lebih resep, saya juga gitu cuma bedanya karena tubuh saya yg raksasa hehe.
btw makasih ya mbak fanny udah ikutan batikkan harimu