Jumat, 09 April 2010

DAN HATI SAYA TERSENTUH

Beberapa hari ini saya sibuk mengunjungi website yang menjual buku-buku secara online. Ada 2 yang menarik perhatian saya dan saya pesan beberapa novel di dua website itu. Salah satu di antaranya malah telah mengantarkan 4 buah novel pesanan saya. Kebetulan ada diskon cukup besar.

Namun agak lama diantarnya karena saya pesan tanggal 20 Maret,baru diantar tgl 26 Maret. Itupun saya sempat menelpon dan menanyakan pesanan saya yang belum tiba. Mungkin karena sistem pembayarannya cash and delivery (dibayar pada waktu barang tiba), jadi mereka tidak ada beban untuk segera mengantarkannya.

Sebenarnya saya cukup kecewa dengan pelayanan mereka yang lambat, tetapi ketika akhirnya novel pesanan saya diantar juga, rasa kecewa itu sirna. Apalagi ketika saya melihat siapa yang mengantarnya.




Seorang kurir wanita bertubuh kurus dengan kulit hitam dan mata cekung. Saya sampai berseru agak kaget.

"Wah, yang anter cewek!"

"Iya, bu. Emansipasi." Jawab si kurir.

Dan, entah mengapa - seperti ada yang menyuruh - saya pun menambahkan sedikit uang ke dalam amplop yang sudah saya siapkan. Saya memang sudah menyiapkan uang pembayaran dalam amplop dan jumlahnya pas, tetapi setelah melihat yang mengantar seorang wanita, saya tergerak untuk memberikan sedikit uang lelah. Mungkin kalau kurirnya cowok, saya akan cuek saja.

Sungguh, saya salut sama si mbak kurir. Demi hidup, dia rela menjadi kurir. Pastilah dia lelah karena harus mengantar ke sana kemari. Apalagi dia wanita yang tenaganya tak sekuat pria. Mungkin kalau kurir pria bisa mengantar ke 10 pelanggan setiap harinya, maka kurir wanita hanya 7 pelanggan. Tentu saja ini hanya asumsi saya dan tanpa bermaksud menganggap remeh kemampuan seorang wanita.

Ketika saya berikan uang pembayaran beserta tip, si mbak kurir sempat berkata :
"Kelebihan bu."

"Gak papa, untuk kamu." Jawab saya.

Wanita kurir itu tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Saya pun merasa lega telah mendengarkan kata hati saya. Yah, walaupun tip pemberian saya tak seberapa tetapi...siapa tahu sedikit banyak telah membantu dia untuk membeli sedikit bensin.

Hal yang sama juga sering saya lakukan untuk para supir taksi. Sebagai orang yang sering bepergian menggunakan taksi, saya sering mengajak pak supir mengobrol. Saya tanyakan keluarganya, lamanya dia bekerja sebagai supir taksi, penghasilan yang ia terima, dll. Dan, saya sering tersentuh mendengar kisah-kisah mereka.

Penghasilan yang minim, kerja yang lumayan berat karena harus menghadapi macet, berebut penumpang (secara semakin banyak perusahaan taksi dengan jumlah penumpang yang menurun), belum lagi deg-degan menghadapi penjahat yang menyamar jadi penumpang.

Sementara itu, di tempat lain saya melihat dan mendengar begitu banyak orang kaya raya yang hidup berfoya-foya. Dugem di pub dan diskotik, pesta pora di tempat-tempat mewah, berjudi hingga menghabiskan uang ratusan juta bahkan sampai menggadaikan rumah dan mobil mewah mereka, tetapi kekayaan mereka seolah tak pernah ada habisnya. Meskipun kalah judi berkali-kali dan menghamburkan uang untuk dugem, pesta, dll tetap saja mereka hidup berkelimpahan.

Ironis sekali! Saya membatin. Seandainya uang yang dihamburkan itu untuk menolong sesama yang sedang kesulitan....Seandainya uang itu digunakan untuk mendirikan rumah-rumah yatim piatu, memberikan modal bagi para petani miskin agar tak lagi diinjak-injak oleh para tengkulak. Seandainya uang itu digunakan untuk membangun sekolah-sekolah reyot di kampung-kampung. Seandainya...

Dan, saya pun terbang bersama dewi imajinasi saya.....

Hingga seringkali, saya tak menyadari bila taksi yang saya tumpangi sudah tiba di tempat tujuan. Saya tersentak sadar. Tangan saya pun membayar ongkos taksi dan..sebuah bisikan menggema di hati saya. Maka, saya bilang pada pak supir taksi untuk tidak mengambil uang kembaliannya.

Reaksi para supir taksi ini macam-macam ketika saya memberikan uang kembaliannya. Ada yang sampai berulang kali mengucapkan terima kasih. Ada yang hanya tersenyum dan berkata singkat : Terima kasih, bu.

Tetapi, saya tak peduli. Saya hanya peduli pada bisikan hati saya. Semoga apa yang saya lakukan bisa memberikan sepercik kegembiraan di hati mereka. Sebab, saya sadar tangan saya terlalu mungil untuk menolong semua orang. Tetapi, bukankah lebih baik memberi meski seketip daripada tidak sama sekali?

Note : SEBERAPA SERING KITA MENDENGARKAN BISIKAN HATI UNTUK MEMBERI KEPADA SESAMA?
SEBERAPA SERING KITA MENGABAIKANNYA? JIKA KAMU MEMANG TERSENTUH, BERILAH APA YANG MAMPU KAMU BERI. BUKAN TAK MUNGKIN ITU ADALAH SUARA TUHAN YANG SEDANG BERBICARA KEPADA HATIMU.



29 komentar:

Zulfadhli's Family mengatakan...

Betul Mba, seringkali uang yang menurut kita sedikit itu, tapi bagi Mba2 kurir, supir2 taxi, tukang becak, nenek2 kuli panggul di Pasar Bringharjo, jika diberikan kepada merek2 yang mebutuhkan akan lebih terasa nilainya.

Gw juga heran, hari gini jaman susah cari duit masih ada ajah orang yang hobi nabung di diskoti, pub, bar, dll. Mending nabungnya beli emas batangan ato tanah, eh ini malah buat beli minuman yang ujung2nya kalo pipis keluar juga/

Hiks! Ironi sekali. Yuks mari kita membuka mata hati, dan perduli terhadap sesama di sekitar kita :-)

achen mengatakan...

Maaf cuman mampir ajah.... :-)

buwel mengatakan...

mbacanya ntar ea, moga2 bisa kesini lagih... :-)

Vicky Laurentina mengatakan...

Tak apa, tiap orang orientasi kebahagiaannya beda-beda. Ada jenis orang yang baru bahagia kalau pergi ke diskotik. Kebetulan kita, jenis orang yang baru bisa bahagia kalau sudah memberi kepada orang lain.

alamendah mengatakan...

(maaf) izin mengamankan KELIMAAXXXZZZZ dulu. Boleh kan?!
kepdulian dan rasa sosial terhadap sesama sebenarnya lebih bermakna dan menyenangkan ketimbang melakukan kegiatan2 yang hanya emburu kesenangan pribadi. sayangnya kepedulian seperti itu sering kali terkalahkan oleh ego untuk berburu kesenangan2 semu

aviorclef mengatakan...

-_-_-_-_-_-_- cosmorary.com -_-_-_-_-_-_-
*******Salam ‘Blog’!!*******

Wah mba Fanny orang yang sangat baik hati ya....
Semoga Tuhan menaungi awan jingga di atas mba...

Emg mba,,,kadang saya juga sebal sama orang2 up yg sukanya foya-foya...Diskoteklah, inlah itulah, beli barang tak berkualitas tapi mahal lah....
ga tahu penderitaan orang, Eh, sama kayak saya, buat beli lepi aja kudu nabung kecil2 dari uang ngeblog dan uang saku, tapi orang-orang yang lain makai lepi sembronoabis..
Mending buat aku
Wwkkwwkkwkkw


-_-_-_-_-_-_- cosmorary.com -_-_-_-_-_-_-

Call me Batz mengatakan...

betul sekali mbak. aq jika dinas keluar kota selalu memberikan lebih kepada supir taksi n petugas hotel yang membantu aq bawakan koper aq. ya meski bagi kita tidak seberapa, tetapi bagi mereka itu sangat berarti..maka itu kita harus banyak bersyukur dan membuka mata , hati dan telinga kita supaya kita bisa tau keadaan hidup orang-2 diluar sana , dengan demikian, kita bisa belajar berbagi..he he

Ali Mas'adi mengatakan...

seperti biasa.. cerita sang cerpenis selalu penuh makna yg membuat kita sedikit melihat kedalam diri kita dan melihat apa yg telah kita lakukan

elok langita mengatakan...

love mba cerpen!! hehheeee..

mkashy buat postingan yang inspiratif banget iniiiiii.. ^________^

Dimas mengatakan...

mungkin menurut kita pemberian kita itu sedikit, tapi bagi mereka itu merupakan rezeki yang luar biasa...

Internet dan Bisnis Online mengatakan...

yah, mudah2an orang2 yang mempunyai rezeky berlebih dibukakan pintu hatinya untuk dapat membantu orang2 yang membutuhkan...

Fanda mengatakan...

Memang kemiskinan itu memang perlu, Fan. Dengan begitu, kita akan mengenal apa yang namanya kasih dan berbagi dengan sesama. Seperti malapetaka itu juga perl, sebab hanya dengan begitu manusia akan melihat kasih dan penyelenggaraan Allah....

Alrezamittariq mengatakan...

iya mbak...dulu aku juga tersentuh ketika naek taksi yang jadi supirnya ibu-ibu...dia jadi supir karena ternyata suaminya cacat...hiks hiks....menyentuh sekali...

Sudino Dinoe mengatakan...

Saya suka kata-kata yg terakhir itu mbak..memberi dgn keikhasan disaat hati berniat utk memberi

alice in wonderland mengatakan...

hi... kadang aku merasa hal yang sama, tapi kadang juga suka keinget kadang ada lho pengemis yang pura-pura cacad atau yang emang pekerjaannya mengemis padahal dia kaya...kalo kaya gitu jadi sebel aja...
i'm new in this blogging thing... sedang mencari inspirasi saja. link balik ya...

Aulawi Ahmad mengatakan...

bisikan yang kudengar malah ajakan negatif hehehehe, btw tq dah berbagi :)

waroeng coffee mengatakan...

bawain model 5 mangkuk, btw begitulah hidup dan akan selalu seperti itu (ada yg baik ada yg tidak), tq dah berbagi :)

Ratasoe mengatakan...

Mw gmn lg bwt menghdupi keluarga dan brthan hidup apapun dkerjakan..,bisikan hati..;-)

nietha mengatakan...

sudi berbagi dengan sesama. mbak fanny baik banget deh

Yunna mengatakan...

aku ingin belajar lagi unutk lebih bisa menghargai sesama....

Dhe mengatakan...

Fanny Keren!
hebat banget mnurut dhe, dan smua yg fanny katakan tu bener banget :D

HoneyBUZZin mengatakan...

Saya berasa bertuah sekali mengenali Fanny walaupun cuma di alam maya dan tidak pernah ketemu.
Kadang kadang saya juga berfikiran begitu...mengapa yang kaya terus kaya dan menghamburkan wang ke atas sesuatu yang tidak bererti sama sekali..mengapa wang itu tidak digunakan sebaiknya....
Mungkin juga kita tidak dapat menolong semua orang tetapi seandainya ada seseorang yang sangat memerlukan..tidak ada salah menghulurkan sedikit bantuan...
Fanny baik sekali.

Salam dari Kota Kinabalu.

♥ria♥ mengatakan...

insyaAllah aku selalu berbagi sama yang lain kalau lagi ada rezeki
walaupun sedikit :D

Rita Asmaraningsih mengatakan...

Setuju banget dgn apa yg telah dilakukan Mbak.. Ohya, kita sama nih, suka tersentuh pada nasib org2 yg berbeda dgn kita.. Mdh2 Tuhan selalu menganugerahi kita semua utk peka dgn org2 di sekeliling kita...

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

@Rita : amin.

@HoneyBuzzin, Nietha, aviorclef : Bukan saya yg baik, tapi..Tuhan yang menaruh kebaikan itu di hati. Jadi,yg baik adalah Tuhan.

exort mengatakan...

bener fa, gw juga suka tersenuh juga kl denger cerita2 mereka apalagi gw sendiri masih harus menghidupi ibu yang sudah tua dan sakit2an, belum lagi adik2 gw yg masih sekolah, biaya sekolah tinggi, gw harus bayarin uang sekolah mereka, belum lagi harus byr listrik, telp, duh pusing gw, mgkn telp bulan ini harus dimatiin, uangnya harus bayar hutang....(mmm...kira2 fani tersentuh ga ya? lumayan jg kl tersentuh kan gw bs dapat uang heheheheh kidding fan :p)

Cerita Tugu mengatakan...

jika pajak ngga dikorupsi pasti kurir buku dan sopir taxi bisa sejahtera hidupnya

fanny mengatakan...

@exort : enggak tuh, enggak tersentuh. hehehe....

panama_yogi mengatakan...

peristiwa2 yang mbak alami merupakan 'secuil' tes dari Tuhan....apakah engkau masih mempunyai hati ? ^_^

jagalah hati mbak tetap seperti itu